UMB dan Kelurahan Meruya Selatan Luncurkan Program PKM: Kelola Sampah Organik dan Pelatihan Akuntansi Digital

AKURAT.CO Kelurahan Meruya Selatan bekerja sama dengan tim dosen dan mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di RPTRA Manuver, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
Kegiatan ini menghadirkan inovasi pengelolaan sampah organik menggunakan compos bag dan mesin pencacah, sekaligus pelatihan akuntansi digital berbasis Excel Accounting bagi kader PKK dan pelaku UMKM.
Program PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim pengabdian UMB terdiri dari Dra. Muti’ah, M.Si., Dra. Nurlis, Ak, MSi, CA, dan R. Ariosuko Darmajati, ST, MT.
Acara dibuka oleh Lurah Meruya Selatan yang memberikan apresiasi atas kolaborasi ini.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi. Dengan pelatihan ini, kader PKK bisa lebih mandiri sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Melalui pelatihan, kader PKK dilatih mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair bernilai jual. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekonomi hijau dan sirkular di tingkat komunitas.
Sementara itu, pelatihan Excel Accounting membekali peserta dengan keterampilan pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi, hingga neraca sederhana secara cepat dan transparan.
Ketua tim pengabdian, Dra. Muti’ah, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
“Kami berharap keterampilan ini bisa meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Program PKM ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan keberlanjutan ekonomi lokal, sekaligus mendorong lahirnya semangat wirausaha berbasis lingkungan.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis: Jonatan Christie Mulus ke 32 Besar, Fokus Faktor Non-Teknis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









