Mulai Ramai, Berbagai Elemen Mahasiswa Suarakan Aspirasi di Depan Gedung DPR

AKURAT.CO Massa aksi terus berdatangan ke depan Gedung DPR RI menjelang penghujung hari (Senin, 1/9/2025).
Sekitar seribuan orang, mayoritas dari aliansi mahasiswa berkumpul untuk menyuarakan aspirasi kepada wakil rakyat di DPR RI.
Sambil dijaga ketat aparat keamanan, massa aksi terpantau masih melakukan aksi secara damai.
Baca Juga: GMNI Se-Jabodetabek Aksi Damai di Depan Gedung DPR, Tuntut Perbaikan Krisis Politik dan Hukum
Terdapat tiga mobil komando dari aliansi mahasiswa. Yaitu dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Universitas Bung Karno (UBK) serta Front Aksi Mahasiswa Moestopo dan BEM STIE Jayakarta.
Mobil kedua berasal dari PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan BEM Nusantara. Sedangkan mobil komando ketiga yaitu perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
Ketua PB HMI, Bagas Kurniawan, mengatakan, massa aksi menuntut beberapa tuntutan yaitu benahi seluruh institusi negara secara serius. Selain juga pecat wakil rakyat yang tidak beres.
Baca Juga: Presiden Prabowo Minta DPR Undang Masyarakat Juga Mahasiswa Dialog Langsung, Terima dengan Baik
"Kami juga menuntut efisiensikan anggaran untuk pejabat dan perbaiki layanan kepada rakyat. Sahkan secepatnya rancangan undang-undang yang prorakyat. Serta revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, reformasi perpajakan yang lebih baik," jelasnya.
Perwakilan massa dari PMKRI mendesak agar adanya payung hukum yang jelas untuk melindungi driver ojek online (ojol).
Mereka mendesak DPR sebagai legislatif segera meloloskan rancangan undang-undang yang prorakyat, salah satunya untuk melindungi para ojol.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka: Enggak Masalah Gaji Anggota DPR RI Dikurangi
"Desak DPR untuk membuat payung hukum untuk ojol agar pengemudi ojol tidak semena-mena oleh para aplikator," katanya.
Arus lalu lintas terpantau ramai tersendat di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto.
Kemacetan terjadi mulai dari depan JCC sampai Bundaran Slipi. Kemacetan terjadi akibat banyaknya pengendara berhenti untuk sekadar mendokumentasikan demonstrasi.
Baca Juga: Boni Hargens: Jangan Salah Sasaran, Kritik Utama Harus Tertuju ke DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









