Akurat
Pemprov Sumsel

Pedagang Pasar Barito Mulai Pindah ke Lenteng Agung: Dapat Sewa Gratis, Lokasi Lebih Modern dan Manusiawi

Citra Puspitaningrum | 27 Oktober 2025, 20:19 WIB
Pedagang Pasar Barito Mulai Pindah ke Lenteng Agung: Dapat Sewa Gratis, Lokasi Lebih Modern dan Manusiawi

 

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membongkar Pasar Barito, Jakarta Selatan. Bersamaan dengan itu, para pedagang satu per satu mulai dipindahkan ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Jagakarsa.

Suasana haru bercampur lega mewarnai proses relokasi, yang disebut pemerintah sebagai bagian dari penataan wajah kota yang lebih hijau dan berkeadilan. Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, memastikan proses pemindahan berjalan dengan pendampingan penuh dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

"Kami terus mendampingi proses perpindahan pedagang dengan pendekatan yang humanis dan transparan. Sesuai arahan Pak Gubernur, kami pastikan seluruh pedagang terfasilitasi dengan baik hingga lokasi kios yang baru rampung," ujar Anwar di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Pasar Barito Tinggal Puing, Sisakan Kegelisahan Masyarakat Kecil di Tengah Ambisi Penataan Kota

Menurutnya, Pemprov Jakarta tak hanya memindahkan, tetapi juga memberi insentif nyata kepada para pedagang. Mereka dibebaskan dari biaya sewa kios selama enam bulan pertama di lokasi baru.

"Kebijakan ini diberikan agar pedagang bisa beradaptasi dengan pola konsumen yang berbeda di Lenteng Agung," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menjanjikan lokasi premium bagi pedagang yang bersedia pindah lebih awal, sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama mereka dalam proses penataan.

"Biaya retribusi di sana nantinya hanya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan. Namun, selama masa adaptasi, pedagang tidak akan dikenakan biaya sama sekali," tambahnya.

Proses penataan ini dilakukan secara bertahap dan telah disosialisasikan sejak beberapa bulan lalu. Hingga hari ini, tercatat 25 pedagang telah resmi terdaftar di Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung. 

Baca Juga: Pedagang Pasar Barito Direlokasi ke Lenteng Agung, Ditargetkan Rampung Awal Oktober 2025

Mereka mendapat pendampingan untuk memindahkan barang dagangan, dan menata kembali usaha mereka di lokasi baru. Pemerintah menyebut langkah ini bukan sekadar relokasi, melainkan strategi besar dalam mewujudkan kota yang lebih tertata, hijau, dan berkelanjutan. 

Salah satu proyek utamanya adalah penggabungan tiga taman ikonik, yakni Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat menjadi kawasan ruang terbuka hijau terpadu bernama Taman Bendera Pusaka, yang selama ini juga menjadi tempat aktivitas perdagangan hewan di Pasar Barito.

"Penataan ini untuk menjaga keseimbangan kota. Kita ingin taman berfungsi sebagaimana mestinya, namun pedagang pun tidak kehilangan mata pencaharian," kata Anwar.

Dari Kawasan Sesak Menuju Sentra yang Layak

Selama ini, pedagang Barito menempati lokasi dengan fasilitas terbatas, kios sempit, sanitasi buruk, dan lahan parkir minim. Aktivitas jual beli yang padat sering menimbulkan kemacetan dan penurunan estetika kawasan kota. 

Melalui relokasi ke Lenteng Agung, Pemprov Jakarta berharap bisa menciptakan ruang usaha yang lebih tertata dan sehat, lengkap dengan area sirkulasi yang baik, pengelolaan sampah, serta fasilitas kebersihan modern.

Langkah ini adalah wujud nyata keberpihakan kepada ekonomi rakyat, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman. Pemerintah ingin menepis anggapan bahwa pembangunan kota hanya berpihak pada beton dan gedung tinggi.

Baca Juga: Apa Itu MSCI? Pengaruh Raksasa Indeks Pasar Global yang Atur Arah Uang Dunia

"Jakarta yang maju bukan berarti menyingkirkan pedagang kecil, tetapi menata mereka agar hidup lebih baik," ujar Anwar.

Meski tak sedikit pedagang yang masih menyesuaikan diri, sebagian besar menyambut relokasi ini dengan hati lapang. "Kalau di sini (Barito) sudah sempit dan sering macet, mungkin di tempat baru bisa lebih tenang. Yang penting pembeli tahu kami pindah ke Lenteng Agung," ujar Suyono, pedagang pakan burung yang sudah 20 tahun berjualan di Barito.

Dengan dukungan fasilitas, pembebasan biaya sewa, dan pendampingan dari Pemkot, para pedagang diharapkan dapat bangkit kembali. Lenteng Agung diharapkan menjadi simbol baru ekonomi rakyat Jakarta Selatan tempat usaha kecil tumbuh berdampingan dengan ruang hijau kota yang lebih elok.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.