Cegah Tawuran Saat Ramadan, Pemprov Jakarta Diminta Perbanyak Aktivitas Positif untuk Remaja

AKURAT.CO Komisi A DPRD Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat upaya pencegahan tawuran selama bulan Ramadan, dengan mengisi waktu luang remaja melalui berbagai aktivitas positif dan produktif.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Riano P. Ahmad, menilai potensi tawuran pada Ramadan sebenarnya dapat dipetakan sejak dini. Sahur dan usai salat tarawih kerap menjadi jam rawan terjadinya bentrokan antarwarga, khususnya yang melibatkan remaja.
"Kerawanan sosial seperti tawuran di bulan Ramadan sudah bisa diprediksi. Biasanya terjadi setelah sahur atau selepas tarawih. Ini harus diantisipasi oleh pemerintah daerah bersama aparat keamanan," kata Riano kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Tawuran di Jakarta Masih Terjadi hingga Makan Korban Jiwa, Sistem Pendekatan Humanis Dipertanyakan
Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Dia mendorong Pemprov Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan Satpol PP untuk mengedepankan mitigasi sosial, salah satunya dengan menyediakan kegiatan yang mampu menyerap energi dan minat remaja.
"Banyak dari mereka terlibat tawuran karena tidak ada kesibukan. Keluar rumah alasannya jalan-jalan, tapi akhirnya terlibat bentrok. Maka solusinya adalah mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang positif," ujarnya.
Dia juga mendorong keterlibatan dinas terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), untuk turun langsung ke wilayah-wilayah rawan. "Edukasi, pembinaan, serta penyelenggaraan kegiatan produktif bagi generasi muda, terutama saat masa libur sekolah," ucapnya.
Baca Juga: Ngeri! Anak 4 Tahun Tertembak Peluru Nyasar Akibat Aksi Tawuran di Medan
Menurut politisi asal NasDem itu, sejumlah program pembinaan remaja sebenarnya telah ada, namun belum berjalan optimal, khususnya pada periode libur. "Justru di masa libur ini harus diisi dengan kegiatan yang bisa mengalihkan mereka dari perilaku negatif," tegasnya.
Selain itu, Riano menekankan pentingnya peran RT dan RW dalam mencegah tawuran di lingkungan masing-masing. Dia mengusulkan pembentukan tim terpadu di tingkat kota yang melibatkan wali kota, kapolres, dandim, serta unsur dinas terkait untuk melakukan safari Ramadan dan edukasi langsung kepada masyarakat.
"Bisa juga dibuat kegiatan seperti festival olahraga, lomba beduk, atau kegiatan budaya lainnya agar tidak ada lagi waktu kosong yang memicu tawuran," kata Ketua Umum Bamus Betawi itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







