Akurat
Pemprov Sumsel

Dinamika Geopolitik Timur Tengah Berpotensi Pengaruhi Harga Daging Sapi di Jakarta

Okto Rizki Alpino | 5 Maret 2026, 22:28 WIB
Dinamika Geopolitik Timur Tengah Berpotensi Pengaruhi Harga Daging Sapi di Jakarta
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.

AKURAT.CO Dinamika geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga daging sapi di Indonesia, khususnya di Jakarta yang merupakan daerah konsumsi.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan, ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat berdampak pada stabilitas nilai tukar dolar Amerika Serikat serta biaya impor komoditas pangan.

"Jakarta itu bukan daerah penghasil, tapi daerah konsumsi. Untuk sapi, terutama daging sapi, sekitar 95 persen kebutuhan Indonesia dipenuhi dari impor," kata Raditya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan pasokan daging sapi nasional selama ini berasal dari sejumlah negara seperti Australia, Brasil, dan India.

Seluruh transaksi impor tersebut menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat sehingga sangat dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Menurut dia, apabila ketegangan internasional meningkat dan nilai dolar menguat, harga daging sapi di dalam negeri berpotensi ikut terdampak.

Raditya juga menyinggung potensi gangguan terhadap jalur perdagangan global, termasuk isu penutupan Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis distribusi energi dunia.

"Kalau geopolitiknya gonjang-ganjing dan US Dollar menguat, maka harga pun juga pasti akan terpengaruh," ujarnya.

Selat Hormuz diketahui menjadi jalur sekitar 25 persen distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Pramono Anung: Pengendara Lawan Arah di Jakarta Harus Ditindak Tegas

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya dapat memicu kenaikan harga energi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap biaya logistik dan impor komoditas.

Meski demikian, Raditya berharap ketegangan geopolitik dapat segera mereda agar tidak berdampak luas terhadap harga pangan di dalam negeri.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda Dharma Jaya mulai memperkuat pasokan dari peternak dalam negeri.

Perusahaan milik Pemprov Jakarta itu telah menjalin kerja sama dengan sejumlah peternakan sapi lokal di berbagai daerah, termasuk di Pulau Jawa dan Lampung.

Menurut Raditya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok daging sapi bagi masyarakat Jakarta apabila harga daging impor mengalami kenaikan signifikan.

"Dharma Jaya sekarang sudah mulai membeli dari sapi-sapi lokal. Ini sebagai antisipasi agar masyarakat Jakarta tetap memiliki pilihan jika harga impor terlalu tinggi," katanya.

Ia berharap pasokan dari peternak lokal dapat menjadi alternatif bagi masyarakat apabila harga daging impor meningkat.

"Mudah-mudahan sapi lokalnya tidak ikut-ikutan naik harganya sehingga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat di Jakarta," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.