Puluhan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Wamenkes: Proses Masak Terlalu Lama

AKURAT.CO Kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, diduga dipicu proses pengolahan makanan yang tidak tepat.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, menyebut waktu pembuatan yang terlalu lama meningkatkan risiko kontaminasi.
“Proses pembuatan makanannya terlalu lama, sehingga berisiko,” ujar Benjamin di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah turun langsung meninjau lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sumber kejadian.
Sebelumnya, Nanik Sudaryati Deyang selaku Wakil Kepala BGN menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah.
Sebagai tindak lanjut, operasional dapur MBG di SPPG Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, dihentikan sementara.
Langkah ini diambil karena fasilitas dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan limbah, dinilai belum memenuhi standar keamanan pangan.
Baca Juga: Dari Efisiensi ke PHK, Ini Dampak AI Generatif terhadap Struktur Tenaga Kerja
Insiden yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) itu melibatkan sejumlah sekolah di kawasan tersebut.
Lebih dari 70 orang, bahkan dalam laporan lain disebutkan melampaui 100 orang, mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, dan demam setelah mengonsumsi menu MBG.
Menu yang disajikan saat kejadian antara lain spaghetti bolognese, bola daging, telur tofu, sayuran, dan buah.
Hingga kini, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium.
Pemerintah memastikan evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mencegah kejadian serupa, termasuk pengetatan standar keamanan dalam penyediaan makanan pada program MBG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










