Dugaan Keracunan MBG di Duren Sawit, Akademisi Ingatkan Pentingnya Pengawasan

AKURAT.CO Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, menuai sorotan tajam. Insiden ini diduga berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Akademisi sekaligus praktisi ekonomi dan keterbukaan informasi, Andi Aditya, menilai, peristiwa tersebut sebagai peringatan serius bagi pemerintah dalam mengelola program pangan untuk masyarakat.
Berdasarkan data per 3 April 2026, sedikitnya 135 orang terdampak, terdiri dari siswa dan guru di sejumlah sekolah, antara lain SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, SDN Pondok Kelapa 09, serta SMAN 91 Jakarta.
Dari jumlah tersebut, belasan korban masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
Andi menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait vendor penyedia makanan dalam program MBG.
Menurutnya, publik berhak mengetahui pihak yang bertanggung jawab dalam rantai pasok makanan tersebut.
“Masyarakat berhak tahu siapa penyedianya dan bagaimana standar operasional yang mereka jalankan. Efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas bahan baku dan higienitas,” tegasnya.
Baca Juga: Laporan Dugaan Penjualan Tanah Desa di Morut Akan Dilaporkan ke Polda Sulteng
Audit Menyeluruh
Ia juga mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap proses tender dan sistem pengawasan di lapangan.
Andi mempertanyakan efektivitas monitoring sebelum makanan didistribusikan ke siswa.
“Kita tidak boleh hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga harus mengusut apakah ada maladministrasi dalam pemilihan rekanan atau kelalaian dalam kontrol kualitas,” ujarnya.
Selain itu, Andi meminta pemerintah, khususnya di tingkat daerah, segera menyampaikan hasil uji laboratorium secara transparan kepada publik.
Langkah ini dinilai penting untuk meredam kekhawatiran orang tua sekaligus menjaga kepercayaan terhadap program MBG.
“Jika tidak ada tindakan tegas terhadap pihak yang lalai, kepercayaan publik terhadap program ini bisa runtuh,” katanya.
Hingga saat ini, laporan sementara mencatat 135 orang terdampak, dengan sekitar 15 siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Duren Sawit, RS Harum, dan RS Islam Pondok Kopi.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi pemerintah dalam memastikan keamanan pangan dalam program berskala nasional, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan transparansi dalam setiap tahap pelaksanaannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









