Aplikasi JAKI Jadi Sorotan, Dinilai Lemah di Kebijakan dan Pengawasan

AKURAT.CO Carut marut penanganan laporan warga melalui aplikasi JAKI mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah.
Ia menilai perbaikan sistem tidak cukup hanya dari sisi teknis, tetapi juga harus melibatkan tenaga ahli yang memahami kebijakan publik secara komprehensif.
“Perlu melibatkan orang yang memahami kebijakan publik dan komunikasi kebijakan,” ujar Trubus saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, lemahnya kualitas kebijakan kerap menjadi akar persoalan layanan publik yang tidak tepat sasaran.
Karena itu, pengawasan dan evaluasi yang ketat dinilai penting untuk memastikan kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Harus ada pengawasan yang kuat untuk menilai apakah kebijakan itu bermanfaat atau tidak. Banyak kebijakan yang tidak tepat sasaran, sehingga perlu proses seleksi dan evaluasi yang ketat,” jelasnya.
Trubus juga menyoroti pentingnya penguatan tim pendukung Gubernur Pramono Anung.
Baca Juga: Tak Terpengaruh Konflik, Jemaah Haji 2026 Berangkat Mulai 22 April
Ia menekankan perlunya keterlibatan tenaga profesional, teknokrat, dan akademisi untuk menjawab kompleksitas persoalan di Jakarta.
“Jakarta ini kompleks, jadi butuh pendamping yang kompeten, baik dari kalangan profesional, teknokrat, maupun akademisi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan tim seperti Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) tetap relevan, selama diisi oleh figur-figur yang profesional dan mampu memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat.
“Tim seperti TGUPP itu penting, asalkan diisi orang-orang yang benar-benar profesional dan mampu memberi masukan kebijakan yang tepat,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









