Pramono Mau MRT Jakarta Seperti di Shenzen, Bisa Layani Jutaan Penumpang per Hari

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjajaki pengembangan transit-oriented development (TOD) yang lebih modern dan berkelanjutan bersama Shenzhen Metro Group. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem transportasi perkotaan di Jakarta.
Dalam kunjungannya di Guangdong, China, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Jakarta membutuhkan pembanding dari kota-kota dunia dengan sistem transportasi massal yang efisien.
"Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya," kata Pramono, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Jakarta dan Shenzhen Sepakati Kerja Sama Sister City, Dimulai November 2026
Dalam pertemuan bilateral itu, dia mengaku terkesan dengan capaian Shenzhen Metro Group. Sistem MRT di Shenzhen mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari, dengan panjang jaringan mencapai 635 kilometer.
Angka tersebut jauh melampaui kinerja MRT Jakarta, yang saat ini baru melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari. Melihat kesenjangan itu, percepatan pengembangan MRT dan kawasan TOD di Jakarta menjadi kebutuhan mendesak. Dia menargetkan, mobilitas harian keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang.
"Ini menjadi urgensi. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi," ujarnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan sistem TOD. Pengalaman Shenzhen dapat menjadi rujukan dalam membangun sistem operasional perkeretaapian yang terintegrasi.
"MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Tuhiyat.
Baca Juga: Pramono ke Seoul hingga Tokyo Perkuat Diplomasi demi Wujudkan Jakarta Top 50 Global City 2030
Sementara itu, Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co., Ltd., Huang Liping, menilai langkah Jakarta sudah tepat dalam memprioritaskan sistem TOD sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.
"Pengalaman kami menunjukkan, ketika perencanaan metro dilakukan sejak awal, hal itu tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti. Kami mendukung penguatan kemitraan Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik untuk membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," urainya.
Dalam kesempatan ini dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group, untuk pengembangan kawasan TOD serta pembangunan sistem transportasi terintegrasi di perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








