Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel, Pemerintah Percepat Penataan di Pasar Senen

AKURAT.CO Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian layak dan nyaman bagi masyarakat yang selama ini tinggal di kawasan pinggir rel kereta api.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup warga di kawasan padat perkotaan.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kondisi permukiman yang belum memadai.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pembangunan hunian difokuskan salah satunya di kawasan sekitar Stasiun Pasar Senen.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, pemerintah sedang membangun hunian yang layak dan nyaman bagi warga yang selama ini tinggal di pinggir rel kereta api, khususnya di kawasan Pasar Senen yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat ibu kota,” ujarnya.
Pada Sabtu (25/4/2026), Teddy bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, meninjau langsung progres pembangunan untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah meninjau langsung lokasi tersebut pada 26 Maret 2026 sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi warga.
Baca Juga: Tembakan Terdengar Saat Donald Trump Hadiri Jamuan Pers di Washington
“Bapak Presiden sempat mendadak mengunjungi lokasi pemukiman warga tersebut sekitar satu bulan lalu,” katanya.
Hunian baru yang dibangun berlokasi sekitar 500 meter dari rel kereta Pasar Senen.
Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti tempat tinggal layak, sarana mandi, cuci, kakus (MCK), akses air bersih, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak.
“Pembangunan dilaksanakan dengan cepat berkat kerja sama erat antara Kementerian Perumahan dan sejumlah BUMN terkait,” lanjut Teddy.
Program penataan ini tidak hanya difokuskan di Pasar Senen, tetapi juga akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain.
Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas permukiman warga secara berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan kurang layak.
“Penataan permukiman akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan di berbagai daerah,” pungkasnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







