Akurat Logo

Evakuasi Jadi Prioritas, Polisi Ungkap Kronologi Awal Tabrakan KRL di Bekasi Timur

Ayu Rachmaningtyas | 27 April 2026, 23:48 WIB
Evakuasi Jadi Prioritas, Polisi Ungkap Kronologi Awal Tabrakan KRL di Bekasi Timur
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

AKURAT.CO Pihak kepolisian memfokuskan penanganan pada evakuasi korban luka dalam insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan duka atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Prioritas utama saat ini adalah evakuasi korban,” ujar Budi.

Insiden itu melibatkan kereta Commuter Line dengan kereta api jarak jauh yang bertabrakan di jalur yang sama.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah penumpang mengalami luka-luka, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan tidak sadarkan diri dan langsung mendapat penanganan darurat di lokasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan terjadi saat KRL tujuan Cikarang tengah berhenti di jalur 1.

Namun, dari arah berlawanan, kereta api jarak jauh masuk ke jalur yang sama dan menabrak rangkaian KRL dari belakang. Benturan keras menyebabkan bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah.

Baca Juga: Efek Kecelakaan Maut KRL-KA Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang Commuter Line Menumpuk di Manggarai

Seorang penumpang selamat, Heri, mengungkapkan kondisi saat kejadian berlangsung sangat mencekam.

“Commuter Line hancur di bagian belakang, kami langsung dievakuasi,” katanya.

Hal senada disampaikan penumpang lainnya, Rendi Pangestu, yang menggambarkan suasana panik di dalam kereta.

“Ditabrak, panik semua. Kami yang di depan saja terpental, tidak tahu kondisi di gerbong belakang,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana stasiun dipenuhi penumpang dan petugas yang berjibaku melakukan evakuasi.

Sejumlah korban terlihat terbaring di peron dengan luka, termasuk di bagian kepala, yang ditangani secara darurat.

Rangkaian KRL yang terdampak masih berada di sisi peron dengan kondisi lampu mati dan pintu terbuka. Insiden ini juga menyebabkan gangguan perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya.

Hingga kini, petugas gabungan dari kepolisian, KAI, dan tim penyelamat masih melakukan penanganan di lokasi.

Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.