Akademisi IPB Pelajari Pengembangan PIK2, Tata Kelola Kota Baru Jadi Sorotan

AKURAT.CO Pengembangan kawasan perkotaan berskala besar tidak hanya menarik perhatian masyarakat dan pelaku industri.
Kalangan akademisi juga melihatnya sebagai ruang untuk mempelajari langsung berbagai persoalan perkotaan, mulai dari tata kelola kawasan hingga pengendalian banjir.
Hal tersebut terlihat saat peserta The 8th International Conference of the Jabodetabek Study Forum 2026 melakukan kunjungan lapangan ke PIK2.
Forum yang dibina IPB University itu mempertemukan akademisi dan peneliti yang menaruh perhatian pada perkembangan kawasan metropolitan.
Para peserta tidak hanya menerima pemaparan mengenai konsep pengembangan PIK2.
Mereka juga mengunjungi sejumlah titik untuk melihat ruang terbuka hijau, pengelolaan air di kawasan pesisir, sistem pengendalian banjir, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University Prof. Ernan Rustiadi, mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para peneliti untuk melihat langsung pengelolaan kawasan suburban dan kota baru dalam skala besar.
“Ini adalah sekumpulan peneliti yang banyak menekuni bagaimana berkembangnya megaurban Jabodetabek, berkembangnya Jakarta, dan juga berbagai kota besar di Indonesia maupun di berbagai negara,” ujar Ernan, Minggu (9/8/2026).
Menurut dia, pengelolaan kawasan perkotaan berskala besar menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dipelajari.
Baca Juga: Gianni Infantino Bantah Tuduhan Bayar Uang Tolak untuk 'Kekasihnya' Semasa Jadi Sekjen UEFA
“Kami ingin belajar bagaimana suatu perusahaan atau korporasi mampu mengelola kawasan suburban baru, kota baru yang berskala besar seperti ini. Dan ini contoh yang langka,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








