AKURAT.CO Sebuah insiden yang memunculkan kekhawatiran atas toksisitas di tempat kerja telah terjadi di kantor HSBC pada tanggal 22 April 2024.
Nitika Kumari, seorang analis di Layanan Bisnis Digital, menyuarakan ketidaknyamanannya setelah mendapat komentar yang sensitif secara etnis dari rekan kerja, Ajmeera Ashok, saat istirahat makan siang.
Nitika Kumari menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga memalukan. Dalam suratnya kepada Komite Pengaduan Internal HDPI, dia menyoroti pentingnya menjunjung budaya hormat dan inklusivitas di tempat kerja.
Nitika menegaskan bahwa insiden semacam ini menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat. "Saya merasa gelisah dan tidak nyaman," katanya dikutip dari akun @SRustagi1996, Senin (3/6/2024).
Dalam surat tersebut, Nitika Kumari menyampaikan ucapan diskriminatif yang diucapkan oleh Ajmeera Ashok: "Ek chamaat maarenge, Bihar pahuch jaegi" yang berarti "Kami akan menampar Anda, dan Anda akan tiba di Bihar," unggahnya.
Baca Juga: HSBC Gandeng Allianz Luncurkan Perencanaan Warisan
Ucapan ini dianggap sangat ofensif dan merendahkan, menyinggung latar belakang etnis dan wilayah asal Nitika. Nitika juga mencantumkan nama-nama rekan kerja yang hadir saat kejadian.
Di akhir suratnya, ia meminta dukungan untuk menangani masalah ini dengan cepat dan memastikan tindakan yang tepat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dalam tanggapannya terhadap insiden yang dilaporkan oleh Nitika Kumari, HSBC menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan kerja yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Sementara itu, Netizen ramai memberikan tanggapan atas insiden yang terjadi di salah satu tempat kerja baru-baru ini. Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun @piat****, yang menyuarakan keprihatinannya mengenai budaya kerja yang tidak sehat.
“Semuanya berdampak.. orang sering tidak menyadari bahwa tempat kerja seharusnya tidak mengizinkan hal-hal ini sama sekali… mereka mengabaikan dan menyatakan bahwa itu adalah hal yang normal untuk dikatakan tetapi kemudian mempromosikan budaya ini akan membuat tempat kerja Anda beracun, tak tertahankan, tidak bisa dijalankan, tidak sehat dalam segala hal,” tulisnya.
@Its_N**24, menyerukan perlunya lebih banyak orang untuk maju dan berbicara mengenai masalah ini, serta menyebutkan nama-nama yang terlibat.
“Saya pikir lebih banyak orang harus maju dan berbicara tentang ini serta menyebutkan nama-nama yang terlibat! Bisakah kita memiliki portal di mana toksisitas di tempat kerja dibahas dan ditangani dengan membawa nama-nama yang terlibat?” komentar akun tersebut.
Komentar-komentar ini mencerminkan dukungan terhadap Nitika Kumari dan menyoroti perlunya tindakan lebih lanjut untuk memastikan tempat kerja yang aman dan hormat bagi semua karyawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






