Pemerintah Pastikan Impor Komoditas Pangan dari AS Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rencana peningkatan impor komoditas pangan dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu upaya swasembada pangan nasional.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso saat ditemui di Pelataran Sarinah, Jakarta, pada Minggu (20/5/2025).
“Enggak (ganggu swasembada), sama sekali nggak ada, produknya juga berbeda,” ujar Mendag Budi, menjawab kekhawatiran publik mengenai potensi dampak dari kebijakan impor tersebut terhadap produksi dalam negeri.
Baca Juga: Ada Kebijakan Tarif AS, Ekonomi Indonesia Diklaim Masih Kuat dan Solid
Rencana impor tersebut mencakup sejumlah komoditas seperti gandum, kacang kedelai, dan susu kedelai, yang memang selama ini telah menjadi kebutuhan rutin dan belum mampu dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri.
Budi menambahkan, keputusan ini juga merupakan bagian dari strategi negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.
“Jadi kalau dari kita sudah mempersiapkan. Saya belum ngomong dulu ya, kami telah persiapkan semua termasuk strategi seperti apa," tambahnya.
Negosiasi peningkatan impor ini tengah dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah menargetkan proses perundingan dapat selesai dalam dua bulan ke depan.
Menko Airlangga sebelumnya juga menegaskan bahwa produk yang diimpor dari AS merupakan komoditas agrikultur yang memang telah rutin masuk ke Indonesia, sehingga tidak akan bersinggungan dengan program swasembada nasional.
“Barang-barang yang akan dibeli merupakan komoditas yang memang dibutuhkan di dalam negeri dan tidak akan ganggu produksi domestik,” kata Airlangga dalam pernyataan sebelumnya.
Baca Juga: China Siapkan Jurus Rahasia Hadapi Tarif Trump
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa nilai tambahan impor yang direncanakan berkisar antara USD18–19 miliar, sebagai bagian dari strategi dagang resiprokal yang berkaitan dengan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa semua langkah telah dipersiapkan dengan matang, termasuk perhitungan strategis dan dampaknya terhadap pasar domestik. Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









