Kementan Dorong Kolaborasi Sektor untuk Stabilkan Harga Livebird dan Dukung Peternak Rakyat

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pelaku industri pakan ternak dan seluruh elemen dalam rantai pasok perunggasan untuk lebih aktif menyerap ayam hidup (livebird) dari peternak rakyat. Langkah ini dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan unggas serta menstabilkan harga di tingkat produsen.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa kestabilan harga livebird tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perusahaan pakan terintegrasi hingga pedagang bahan baku pakan untuk mendorong permintaan terhadap ayam hidup peternak kecil.
“Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan unggas sekaligus menstabilkan harga ayam di tingkat produsen,” kata Agung dalam Rapat Koordinasi Dukungan Pakan terhadap Stabilisasi Harga Livebird, Jumat (25/4/2025).
Baca Juga: Jadi Role Model Global, Program YESS Kementan Tarik Perhatian Dunia
Kepada perusahaan pakan terintegrasi, Agung meminta agar mereka berperan aktif menyerap ayam hidup dalam jumlah besar. Sementara itu, kepada pabrik pakan non-budidaya, ia juga mengimbau untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyerap livebird dari peternak rakyat.
“Seluruh bentuk dukungan tersebut harus dilaporkan kepada Ditjen PKH sebagai bentuk komitmen bersama menjaga harga livebird tetap layak,” ujarnya.
Menurut Agung, ketidakstabilan harga ayam tidak hanya berdampak pada peternak, tetapi juga mengganggu rantai pasok industri pakan secara keseluruhan.
Agung juga mengingatkan para trader bahan baku pakan agar turut serta dalam upaya penyelamatan harga livebird.
“Saudara-Saudara adalah bagian dari mata rantai bisnis pakan, maka sudah sepatutnya ikut menyerap ayam dari peternak,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agung memaparkan bahwa protein hewani berbasis unggas kini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Berdasarkan data partisipasi konsumsi tahun 2024, sekitar 94% penduduk Indonesia mengonsumsi telur ayam, sementara 66% lainnya mengonsumsi daging ayam.
Baca Juga: Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global
Sebaliknya, konsumsi daging sapi tercatat jauh lebih rendah, hanya dinikmati oleh sekitar 7% penduduk.
“Dengan variabilitas pendapatan masyarakat, protein hewani berbasis unggas ini menjadi pilihan yang lebih terjangkau,” kata Agung.
Namun demikian, keberlanjutan produksi unggas sangat dipengaruhi oleh harga pakan yang menyumbang lebih dari 70% dari total biaya budidaya. Data Kementan menunjukkan bahwa produksi pakan nasional pada 2024 mencapai 18,4 juta ton, dan 97% di antaranya merupakan pakan unggas.
Harga pakan yang tinggi, lanjut Agung, jika tidak dibarengi dengan harga jual livebird yang layak, akan memukul semangat peternak rakyat.
“Jika peternak berhenti produksi maka permintaan terhadap pakan juga akan menurun, dan itu akan merugikan semua pihak,” jelasnya.
Direktur Pakan Ditjen PKH, Nur Saptahidayat, turut menekankan pentingnya kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam mengintervensi pasar livebird. Ia menilai empati dari pelaku industri pakan menjadi kunci agar peternak rakyat tetap mampu bertahan.
“Kami menunggu komitmen konkret dari semua pelaku usaha. Ini bukan semata soal bisnis, melainkan soal menjaga keberlanjutan pangan nasional,” pungkas Nur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







