Legislator Soroti Rendahnya Perdagangan Antarnegara Anggota Kerja Sama Islam

AKURAT.CO Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga, menyoroti rendahnya tingkat perdagangan antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan menyerukan perlunya upaya konkret untuk meningkatkan integrasi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Hal ini disampaikannya dalam 11th Meeting of the Specialised Standing Committee on Economic Affairs and the Environment, bagian dari rangkaian Konferensi ke-19 Persatuan Parlemen Negara-Negara Anggota OKI (PUIC), dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (13/5/2025).
Ravindra mengungkapkan keprihatinannya atas stagnasi perdagangan intra-OKI yang masih bertahan di angka 19% sejak 2019, jauh di bawah kawasan seperti Uni Eropa (60%) dan ASEAN (25%).
"Porsi perdagangan antarnegara OKI stagnan sejak 2019. Sementara di EU sudah mencapai 60 persen dan ASEAN 25 persen. Kita harus mendorong peningkatan perdagangan intra-OKI agar potensi besar yang kita miliki tidak terus tertinggal," jelasnya.
Baca Juga: Cegah Perang Nuklir, BKSAP Minta Kemenlu Suarakan Gencatan Senjata India-Pakistan
Ia juga mencatat bahwa pertumbuhan volume perdagangan antarnegara OKI dari 2022 ke 2023 hanya sekitar 1,23%, padahal permintaan global terhadap produk halal terus meningkat secara signifikan. Berdasarkan data OIC Halal Muslim Dashboard, konsumsi produk halal diproyeksikan mencapai USD 2,49 triliun pada 2026, naik dari USD 1,66 triliun pada 2021.
"Ironisnya, mayoritas produk halal yang beredar saat ini tidak berasal dari negara-negara OKI. Padahal kita punya kesamaan kepercayaan dan demografi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama," tegas Ravindra.
Untuk menjawab tantangan ini, Ravindra pun menekankan perlunya penciptaan inkubator startup di negara-negara OKI, mengingat lebih dari 20% populasi muda dunia berada di kawasan ini. Ia meyakini generasi muda memiliki peran strategis dalam mendongkrak inovasi, memperkuat ekonomi digital, dan meningkatkan daya saing kawasan.
Baca Juga: Di Sidang Parlemen Internasional, BKSAP DPR Perjuangkan Resolusi Palestina dan Myanmar
Di sisi lain, Ravindra juga menyoroti pentingnya komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Ia menyampaikan bahwa dunia secara keseluruhan baru mencapai 17 persen dari target SDG 2030, sehingga negara-negara OKI perlu memperkuat langkah kolektif dalam akselerasi pencapaiannya.
"Dalam resolusi PUIC ini, kita perlu menekankan kembali komitmen bersama untuk mencapai SDG. Termasuk dalam perlindungan lingkungan, sumber daya alam, dan kawasan pesisir. Semua ini penting agar bisa diwariskan secara berkelanjutan lintas generasi," tutup Ravindra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






