AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) semakin gencar menggenjot daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor, termasuk ke wilayah Afrika Barat seperti Nigeria.
Dalam diskusi panel bersama delegasi National Defence College (NDC) Nigeria, Kamis (22/5/2025), Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Wicaksono Putro, menjelaskan sejumlah strategi ekspor Indonesia. Salah satunya adalah program unggulan UMKM BISA Ekspor, yang menjadi pendorong UMKM masuk pasar global.
Program tersebut menggabungkan teknologi, kreativitas, promosi dagang, serta pendekatan berbasis regulasi dan tren pasar.
“Kami ingin UMKM tidak hanya siap produksi, tetapi juga paham regulasi dan strategi ekspor,” tegas Bayu.
Baca Juga: Kemendag Siapkan Deregulasi Ekspor Furnitur, V-Legal Tidak Lagi Wajib untuk Semua Negara
Kemendag juga menyediakan fasilitas pelatihan melalui Export Coaching Program (ECP) yang digelar di Surabaya dan Makassar, serta bekerja sama dengan lembaga internasional seperti TFO Canada, CBI Belanda, dan SIPPO Swiss.
Bayu menambahkan, pengembangan produk ekspor turut diperkuat melalui program Good Design Indonesia (GDI) dan dukungan dari Indonesia Design Development Center (IDDC), termasuk fasilitasi sertifikasi ekspor seperti HACCP dan Sertifikasi Halal.
“Ini semua untuk memastikan produk UMKM kita bisa bersaing secara kualitas dan memenuhi standar internasional,” katanya.
Sementara itu, Dewi Rokhayati, Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag, menyampaikan bahwa penguatan pasar domestik juga tetap menjadi prioritas. Program seperti Bangga Buatan Indonesia dan Kamis Pakai Lokal menjadi alat untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.
Baca Juga: Kemendag Luncurkan UKM Pangan Award 2025, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Menurut Dewi, Kemendag juga aktif menghubungkan UMKM dengan pasar melalui business matching, kolaborasi dengan toserba hingga ritel modern, serta dukungan promosi dalam berbagai pameran dagang.
Pernyataan itu diamini oleh delegasi NDC Nigeria yang hadir. Abdurrazzaq Abdulkarim Ude menyebut program Kemendag sangat menarik untuk ditiru, terutama dalam pemberdayaan UMKM dan pengembangan pasar ekspor.
Untuk diketahui, total nilai perdagangan Indonesia-Nigeria pada 2024 tercatat sebesar USD3,47 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Nigeria meliputi minyak nabati, lemak nabati, saus, dan sepeda motor, sementara dari Nigeria Indonesia mengimpor biji kakao, aluminium, dan pasta kakao.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









