Akurat Logo

Beyond Banking, BRI Area Warung Buncit Berbagi Daging Kurban ke Masyarakat Kelurahan Pasar Minggu

Yosi Winosa | 27 Mei 2026, 20:26 WIB
Beyond Banking, BRI Area Warung Buncit Berbagi Daging Kurban ke Masyarakat Kelurahan Pasar Minggu
BRI Warung Buncit Raya berbagi daging kurban ke masyarakat sekitar

AKURAT.CO Di tengah kerumunan karyawan BRI area Warung Buncit Raya dan keluarganya, Rabu (27/5/2026) pagi, Sapto Adie, Area Manager BRI Buncit Raya mengisahkan keikhlasan Nabi Ibrahim yang mengorbankan putra kesayangannya, Nabi Ismail.

Bahwa sejatinya Ibrahim tidak diperintah Allah Swt untuk menghilangkan nyawa Ismail. Ibrahim diminta Allah Swt untuk membunuh rasa kepemilikan pada Ismail, karena hakikatnya semua adalah milik Allah Swt.

“Setiap kita adalah Ibrahim. Ibrahim punya Ismail. Ismail mungkin harta kita, Ismail mungkin juga jabatan kita, juga mungkin gelar kita. Ismail mungkin juga ego kita, Ismail juga mungkin adalah sesuatu yang kita sayangi dan pertahankan di dunia ini. Kiranya kita bisa meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim,” ujar Sapto.

Baca Juga: Tatang, Perantau Asal Kuningan Sukses Jadi Agen BRILink Jawara dari Awalnya Jualan Rokok Gerobakan

Tak lama setelahnya, prosesi penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban pun berlangsung selama beberapa jam, dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Ada 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing yang dikurbankan, hasil kolektif para pimpinan cabang di area BRI Warung Buncit Raya, termasuk KC Pondok Gede, Mabes Cilangkap, Ampera, Pancoran, Pasar Minggu, Warung Buncit, T.B. Simatupang.

Hasilnya, lebih dari 600 bungkus daging kurban ditebar ke berbagai elemen sosial sekitar, mulai dari pedagang kaki lima di sekitar KC BRI Pasar Minggu, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pasar Minggu, RT, RW hingga lurah. Terpantau belasan PPSU dan beberapa pedagang menerima daging kurban tersebut.

“Khajatan ini (penyembelihan hewan kurban secara langsung) barangkali yang pertama kali dilakukan di area BRI Warung Buncit Raya. Ini sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu oleh ketua panitia pak Insani Kamil, kami kan ada Bapekis (Badan Pembinaan Kerohanian Islam) juga. Di sini kami utamakan ukhuwah islamiah, silaturahmi,” ujar Sapto.

Khajatan ini, lanjut Sapto, menjadi refleksi dari seluruh insan BRIlian di lingkungan area Warung Buncit Raya dan cerminan keistiqomahan karena harapannya tak berhenti kali ini saja dan berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Karyawan dengan suka rela, tidak ada paksaan, datang sendiri. Bagi kami mungkin ini wisata religi karena selama ini kami hanya lihat hewan kurban di TV. Sekarang bisa melihat langsung. Yang datang 100 orang sih rasanya lebih, dari 1 cabang saja bisa 80 orang belum sama keluarganya,” ujar Sapto.

Manfaat kegiatan penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban kali ini, lanjut Sapto, adalah mencari keberkahan Allah Swt. Tentu tak hanya bagi karyawan sendiri, tapi yang lebih penting agar masyarakat sekitar turut merasakan dampaknya. Panitia sudah jauh-jauh hari berkoordinasi dengan kelurahan Pasar Minggu, RW hingga RT setempat.

“Tahun-tahun sebelumnya biasa sekadar nitip hewan dan daging kurban. Kali ini merasakan langsung, anak-anak dan keluarga juga tadi terlihat senang, antusias begitu. Harapannya kegiatan di 1447 H ini kontinyu di tahun-tahun berikutnya. Insyaallah tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi (jumlah hewan kurbannya),” tutur Sapto.

Terasa Manfaatnya bagi Masyarakat Sekitar

Warga kelurahan Pasar Minggu mulai dari pedagang kaki lima dan PPSU menerima daging kurban

Runiah (70), penjual perabot di samping KC BRI Pasar Minggu mengaku senang turut kecipratan daging kurban. Kegiatan ini, menurutnya secara tak langsung turut menunjukkan kesadaran manajemen BRI akan keberadaan masyarakat sekitar.

“Saya sudah 4 tahun di sini, dagang perabot. Kalau dapat daging kurban dari BRI KC Pasar Minggu ini baru tahun ini. Tadi dikasih tahu satpam katanya ada pembagian daging kurban. Alhamdulillah artinya kami diakui (keberadaannya) oleh BRI. Semoga pada sehat-sehat selalu,” ujar Runiah.

Senada, Suta (55), pedagang kaos kaki gerobakan mengaku baru pernah mendapatkan daging kurban dari BRI Pasar Minggu. Lapaknya yang semula berada di sebrang KC baru saja digusur oleh Kepala Asrama Polsek Pasar Minggu.

“Waktu itu kan saya jualan di sebrang, sekarang sudah dibongkar, enggak boleh dagang di situ sama Kepala Asrama Polisi. Alhamdulillah bisa merasakan manfaatnya dari kegiatan kurban BRI kali ini. Tadi kami pedagang lagi ngobrol di depan, lalu diajak untuk menerima daging kurban,” kata Suta.

Sementara Rudi (44), PPSU Kelurahan Pasar Minggu yang kebetulan sedang masuk shift kerja berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung di tahun-tahun mendatang.

“Kebetulan hari ini saya pas jam masuk kerja. Kan ada shift, pagi, malem, sore. Harapannya setiap tahun kalau BRI berkurban lagi, kami dapat lagi. Kegiatan ini bisa bantu-bantu masyarakat seperti kami. Satu orang dapat satu bungkus. Rencananya kebetulan anak saya kan ingin sate. Jadi ini mau saya sate nanti, sama paling disop juga lah,” kata Rudi.

Firdaus (41), rekan Rudi juga mengaku sangat senang mendapatkan daging kurban dari BRI kali ini. “Seneng banget saya, baru kali ini dikasih,” kata Firdaus.

Adapun Toha (37), jagal sapi yang menyembelih hewan kurban bersama rekannya mengaku senang bisa turut andil dalam kegiatan tersebut. Ia dan rekannya diupahi Rp250 ribu per ekor sapi dan Rp150 ribu per ekor kambing atas jasanya.

“Saya sudah lama (jadi jagal sapi). Kalau sekarang-sekarang bahkan sudah banyak yang sekalian minta diproses pakai mesin (Rumah Potong Hewan) jika kuantitasnya banyak,” kata Toha.

Inisiatif Sosial Keagamaan Lainnya

Sapto Adie (tengah), Area Manager BRI Warung Buncit bersama para pimpinan cabang

Selain rutin melaksanakan kurban, BRI Area Warung Buncit Raya menurut Sapto juga aktif berkegiatan sosial keagamaan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bapekis dan diikuti 400-an karyawan dari semua jenjang baik driver, pramubakti, OB dan VP.

“Semua ikut di grup itu dan kami tidak melihat jabatan, yang dilihat hanya berkegiatan sebagai sesama umat muslim,” lanjut Sapto.

Berbagai kegiatan pun dilangsungkan, mulai dari pengajian rutin di masing-masing KC ataupun area di tiap Jumat pagi dan hari keagamaan lainnya, kunjungan ke panti asuhan/yatim piatu, panti jompo/ wreda dan beberapa tempat yang sekitaranya menjadi basis kaum fakir miskin dan dhuafa yang belum tersentuh.

“kami bagi tim, terutama mantri dan RM yang sering ke lapangan mereka tahu tempat yang memang tak tersentuh dan menginventarisir. Bapekis kemudian akan kasih informasi: ada loh di sana saudara sesame muslim yang belum tersentuh, akhirnya turun lah kami berkunjung ke sana,” papar Sapto.

Ke depan, Badan akan diperluas ke berbagai agama lainya termasuk Bapekris untuk umat kristiani, Buddha, Hindu, dan agama lainnya yang diakui di Tanah Air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.