Akurat
Pemprov Sumsel

Sebut Luhut Penjahit, Bupati Banjarnegara Bisa Dilaporkan ke Penegak Hukum

| 24 Agustus 2021, 19:06 WIB
Sebut Luhut Penjahit, Bupati Banjarnegara Bisa Dilaporkan ke Penegak Hukum

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) Habib Muannas Alaidid Muannas berpendapat, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono bisa dilaporkan ke penegak hukum dengan tuduhan pasal penghinaan.

Dia mengatakan, pernyataan Budhi yang salah menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri Penjahit masuk kategori delik aduan.

"Pelecehan terhadap nama marga Panjaitan, bukan hanya Pak LBP yang dirugikan, karena marga itu masih dianggap sakral bagi daerah tertentu, masuk delik penghinaan," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @muannas_alaidid, Selasa (24/8/2021).

Untuk itu dia mengatakan siapapun pemilik marga Panjaitain selain Luhut, bisa melaporkan Budhi.

"Kalau ada punya nama marga yang sama bisa ambil langkah hukum," kata dia.

Salah menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan dilakukan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam sesi door stop pada sebuah acara. Sebuah video yang memperlihatkan Budhi menyebut Luhut Penjait itu viral di media sosial.

Dalam potongan video yang beredar, terlihat Budhi awalnya menyampaikan bahwa PPKM berhasil menekan angka kasus Covid-19 di daerahnya.

"Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 peren, turunlah PPKM Darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti Mendagri, dan dilaksanakan rapat sama menteri penjahit, yang orang Batak itu Menteri Penjahit," kata Bupati Budhi.

Budi beberapa kali menyebut nama Luhut sebagai menteri penjahit, meskipun sudah diberi tahu nama panjang Luhut oleh para wartawan.

"Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM Level 3 dan Level 4, ternyata dengan pembagian jaring pengaman sosial itu efektif efisien," ujarnya lagi.

"Waktu PPKM Darurat itu 99 persen (BOR-nya), zoma merah hampir campur hitam. Setelah instruksi Mendagri dan sesuai saran Pak Presiden dan semua dijabarkan Menteri Penjahit Ruhut Penjahit, saya laksanakan instruksinya," ujar Bupati Budhi dalam potongan video tersebut.

Setelah ramai diperbincangan, Budhi menyampaikan permintaan maaf. Dia mengaku salah.

"Mohon maaf kemarin saya menyebut Menteri Penjahit, karena saya tidak hapal namanya panjang sekali. Ini sekarang saya baca yang jelas, ini saya baca dan saya mohon maaf, (yang betul) adalah Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan," kata dia dikutip AKURAT.CO dari Instagram @kabupatenbanjarnegara.

Ia mengaku tidak bermaksud untuk menghina Luhut sama sekali karena ia lupa nama belakang Luhut dan susah dalam penyebutannya.

"Mohon maaf karena tidak hafal jadi disingkat yang mudah. Tapi saya tidak punya tujuan menghina apapun, karena sebisa saya bicara," ucapnya.

Luhut sendiri sudah memaafkan Budhi. Melalui Juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, Luhut mengapresiasi Budhi yang meminta maaf secara terbuka.

"Ya kalau sudah minta maaf tidak apa-apa, dimaafkan. Sekarang banyak pelaku sebar fitnah sana-sini ketika diminta membuktikan tidak bisa tetap tidak mau minta maaf. Kita apresiasi aja yang masih mau minta maaf," ujar Jodi

Diketahui, awal video ini viral dari cuitan mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun Twitter miliknya pada Senin (23/8) pukul 06.08 WIB. Ferdinand menyertakan video Budhi dan menyebut Budhi tidak punya etika dan rasa hormat ke Luhut.

"Bupati Banjarnegara ini tidak punya etika sama sekali. Tidak punya rasa hormat kepada seorang Menteri yang mendapat tugas dari Presiden. Bukan hanya itu, tp Bupati ini melecehkan marga Panjaitan (Batak) menyebut marga itu dengan kata penjait. Kurang ajar..!," cuit Ferdinand saat itu.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.