Pejabat Dapat Vaksin Booster, Mardani: Mestinya Malu, Banyak Masyarakat Belum Tervaksin

AKURAT.CO, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyayangkan sejumlah pejabat mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster.
Mardani mengatakan, semestinya pejabat yang mendapat vaksin ketiga Covid-19 malu. Sebab masih ada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.
Dia berpesan semua elemen masyarakat, terutama pejabat harus mengikuti aturan, di mana dosis ketiga masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes).
"Semua harus ikut aturan, dosis ketiga adalah untuk tenaga kesehatan. Mestinya kita malu mendapatkan yang ketiga sementara masih banyak rakyat Indonesia di beberapa tempat belum dapat vaksin pertama. Pak @jokowi perlu menegaskan aturan dengan tegas," kata Mardani sebagaimana dilansir AKURAT.CO dari akun Twitter @MardaniAliSera pada Kamis (26/8/2021).
Mardani berharap para pejabat yang mendapat vaksin ketiga ditegur. "Jangan sampai timbul anggapan diamnya pak @jokowi jadi indikasi ketidaktahuan/ketidakpedulian mengenai pentingnya kredibilitas maupun integritas pemerintah dalam upaya pengendalian pandemi," ujarnya.
Untuk diketahui, pejabat yang mengaku sudah menerima booster vaksin Covid-19 atau dosis ketiga adalah Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Hal ini diakui keduanya dalam perbincangan sejumlah pejabat dengan Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi massal bagi pelajar di Samarinda, Kalimantan Timur. Peninjauan vaksinasi itu disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/8/2021).
Berawal saat Jokowi dan para pejabat tengah berbincang mengenai vaksin Nusantara inisiasi mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Wali Kota Samarinda Andi Harun kemudian mengaku sudah mendapatkan vaksin Nusantara sebagai booster.
"Booster vaksin Nusantara, Pak Terawan," kata Andi.
"Oh pantes seger-seger, Pak Wali Kota, mendahului kita ini Pak Wali Kota," kata Jokowi sembari tertawa.
Lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor juga mengaku sudah mendapatkan suntikan booster.
"Saya sudah booster, cuma Moderna," kata Isran. []
Semua harus ikut aturan, dosis ketiga adalah untuk tenaga kesehatan. Mestinya kita malu mendapatkan yang ketiga sementara masih banyak rakyat Indonesia di beberapa tempat belum dapat vaksin pertama. Pak @jokowi perlu menegaskan aturan dengan tegas.https://t.co/DlmKJBr4UG
— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) August 26, 2021
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK

