Selain Jakarta, Ini Dia 3 Kota Yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia

AKURAT.CO, Pasca Proklamasi Kemerdekaan, tercatat Indonesia pernah melakukan beberapa kali pemindahan ibu kota atau pusat pemerintahan. Terdapat 3 kota yang pernah jadi Ibu Kota Indonesia.
Saat itu, penjajah masih berusaha mengambil alih kedaulatan dan memaksa pemerintah memindahkan pusat pemerintahan dengan alasan keamanan.
Berikut ini 3 kota yang pernah jadi Ibu Kota Indonesia yang telah dikutip dari beberapa sumber, Selasa (29/8/2023).
Baca Juga: 5 Fakta Unik Ibu Kota Nusantara, Tidak Dipimpin Oleh Gubernur
3 Kota yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia
1. Yogyakarta
Kota yang pernah jadi ibu kota Indonesia yang pertama adalah Yogyakarta pada 4 Januari 1946 - Desember 1948.
Pasca kemerdekaan Indonesia, Jakarta jatuh ke tangan Sekutu atau NICA.
Kemudian Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengusulkan supaya ibu kota untuk sementara dipindahkan ke Yogyakarta
Pada 19 Desember 1948 terjadi Agresi Militer Belanda II, membuat ibu kota dipindahkan ke Bukittinggi.
Pada 6 Juli 1949-17 Agustus 1950 kembali menjadi Ibu Kota Indonesia PDRI di Sumatra Barat dibubarkan karena pusat pemerintahan RI di Yogyakarta sudah mulai pulih.
Ibu Kota Indonesia dikembalikan ke Jakarta terhitung tanggal 17 Agustus 1950.
2. Bukittinggi
Kota yang pernah jadi Ibu Kota Indonesia yang kedua adalah Bukittinggi pada Desember 1948 - Juni 1949.
Dipilih sebagai Ibu Kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menggantikan Yogyakarta.
Agresi militer Belanda Il membuat Yogyakarta jatuh dan dikuasai Belanda, serta membuat para pemimpin termasuk Soekarno ditangkap dan diasingkan.
Syafrudin Prawiranegara yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran RI ditunjuk untuk menjalankan pemerintahan di Bukittinggi.
Pusat PDRI di Bukittinggi tersebar di tiga wilayah untuk menghindari kejaran Belanda.
Bidar Alam (Solok Selatan), Koto Tinggi (Limapuluh Kota), Sumur Kudus (sekarang dalam Kabupaten Sijunjung).
3. Bireuen
Kota yang pernah jadi Ibu Kota Indonesia yang terakhir adalah Bireuen.
Selama satu minggu sejak 18 Juni 1948 Bireuen adalah salah satu kabupaten di Aceh yang dikabarkan pernah jadi ibu kota sementara.
Pada 15 Juni 1948, Presiden Soekarno melakukan kunjungan ke Aceh Kutaraja, dilanjutkan Sigli dan Bireuen.
Diketahui rombongan Soekarno bertandang ke Bireuen dan melaksanakan rapat umum akbar di Cot Gapu.
Pemilihan Bireuen sebagai ibukota dianggap relatif aman dan secara geografis, wilayahnya dikelilingi perbukitan yang menjadi benteng alam.
Namun, hal ini harus diteliti karena belum ada buku sejarah resmi yang mengatakan bahwa Bireuen pernah dipilih Soekarno untuk menjadi pusat pemerintahan sementara.
Itulah beberapa kota yang pernah jadi Ibu Kota Indonesia. Semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







