Identifikasi Anggota Terafiliasi Kelompok Separatis, Kerja Bawaslu Lamban

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bergerak lamban memastikan isu anggota di daerah terafiliasi dengan kelompok separatis. Bawaslu masih butuh konfirmasi dari BIN dan Polri untuk memastikan isu yang menimpa komisioner terpilih pada Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan, konfirmasi dari BIN dan Polri penting dilakukan untuk memastikan kebenaran komisioner yang telah dilantik tidak terafiliasi separatis. Apabila terbukti terafiliasi barulah Bawaslu memberhentikannya.
"Kalau sudah ada keterangan dari teman-teman Mabes Polri ataupun Badan Intelejen. Kita akan melakukan proses koreksi terhadap hal tersebut," kata Bagja kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Baca Juga: Anggota Separatis Jabat Bawaslu Daerah Masih Diidentifikasi
Bagja tidak menyebut Bawaslu memilih untuk memberhentikan sementara yang bersangkutan, selama proses konfirmasi. Namun Bagja menerangkan, pada tahap awal seleksi Bawaslu sudah menggandeng BIN.
Dengan begitu, dirinya menolak Bawaslu disebut kebobolan lantaran meloloskan calon yang terafiliasi dengan kegiatan separatis. Namun Bagja mengakui kabar tersebut menjadi viral pada media sosial sehingga Bawaslu perlu mengonfirmasi ulang.
"Sekarang lagi kita tanya, harus ditanya kepada yang bersangkutan juga dan juga kepada instansi-instansi yang ada," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






