Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi 14 Oktober, Terlihat Di Wilayah Mana Saja?

AKURAT.CO Ketika melihat langit yang cerah dan matahari bersinar dengan kehangatan, mungkin beberapa orang sulit membayangkan bahwa terdapat momen ketika matahari yang sebagai sumber cahaya kehidupan di tata surya dapat lenyap sejenak. Fenomena ini dikenal sebagai gerhana matahari.
Gerhana matahari adalah momen langka ketika Matahari, Bulan, dan Bumi saling menyusun diri dalam susunan geometris yang khusus. Hasilnya adalah peristiwa langka di mana cahaya Matahari, dalam sebagian atau seluruhnya, terhalang oleh bayangan Bulan saat Bulan bergerak di antara Bumi dan Matahari.
Dikutip dari akun X resmi dari NASA, Kamis (5/10/2023), akan terjadi fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 14 Oktober 2023. Adapun, gerhana tersebut akan terjadi selama kurang lebih lima menit. Fenomena gerhana matahari cincin atau ring of fire akan melintasi langit dari Pantai Oregon hingga mencapai Teluk Meksiko.
Baca Juga: 4 Fakta Gerhana Matahari Cincin 2021, Tidak Bisa Disaksikan di Indonesia
Jalur gerhana ini akan memulai perjalanannya dari wilayah barat Amerika Serikat sebelum berlanjut ke Meksiko, kemudian menjalar ke Amerika Tengah, dan akhirnya mencapai sebagian wilayah Amerika Selatan.
NASA menjelaskan, Gerhana Matahari Cincin ini akan melintasi delapan negara bagian AS dalam urutan kronologis sebagai berikut:
- Oregon Selatan
- California Timur Laut
- Nevada Utara
- Utah Selatan
- Colorado Barat Daya
- Arizona Timur Laut
- Meksiko Baru
- Texas
Bagaimana Gerhana Matahari Cincin Bisa Terjadi?
Berikut beberapa peristiwa utama dalam pembentukan gerhana matahari cincin:
1. Orbit bulan
Bulan mengorbit Bumi dengan lintasan yang tidak selalu sempurna mengelilingi planet kita. Orbit Bulan agak elips, yang berarti jarak antara Bulan dan Bumi tidak selalu konstan.
Terkadang, Bulan berada lebih jauh dari Bumi dalam orbitnya, dan pada saat lain, ia lebih mendekat. Perubahan ini dalam jarak antara Bulan dan Bumi berkontribusi pada pembentukan gerhana matahari cincin.
2. Kecilnya bulan
Ukuran sudut Bulan yang terlihat di langit berubah seiring dengan perubahan jaraknya dari Bumi. Ketika Bulan berada lebih jauh dari Bumi dalam orbitnya, sudut yang dibentuk oleh cakram Bulan di langit lebih kecil daripada sudut yang dibentuk oleh cakram Matahari.
Ini berarti ketika Bulan melintas di depan Matahari dari perspektif Bumi, ia tidak dapat menutupi seluruh cakram Matahari. Sebaliknya, terbentuklah cincin.
3. Tepat pada waktu dan tempat
Gerhana matahari cincin hanya terjadi ketika Bulan berada dalam fase Bulan baru (New Moon), yaitu ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Selain itu, untuk mengamati gerhana matahari cincin dengan jelas, Anda harus berada di wilayah yang tepat.
Namun, perlu diingat bahwa gerhana matahari cincin hanya dapat dilihat dari wilayah tertentu di bumi. Pengamatannya harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan perlindungan mata yang sesuai untuk menghindari kerusakan mata.[] (Ami Fatimatuz Zahro)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






