5 Fakta Kebakaran Hutan Gunung Merbabu, 400 Hektare Lahan Terbakar Dan 5 Jalur Pendakian Ditutup

AKURAT.CO Kebakaran hutan di Gunung Merbabu masih belum bisa dikendalikan, dan tim gabungan masih berupaya memadamkan api serta mengevakuasi penduduk yang terdampak.
Kebakaran hutan Gunung Merbabu, pada Jumat (27/10/2023), dan telah menghanguskan ratusan hektar hutan yang mengakibatkan penutupan sementara lima jalur pendakian.
5 Fakta Kebakaran Hutan Gunung Merbabu
1. Awal kejadian kebakaran
Kebakaran ini pertama kali muncul di daerah Sokowolu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Hingga saat ini, upaya pemadaman kebakaran hutan Gunung Merbabu di Jawa Tengah masih belum berhasil. Api juga telah menyebar ke wilayah Boyolali.
2. Lima jalur pendakian ditutup sementara
Akibat kebakaran hutan tersebut, aktivitas pendakian di Gunung Merbabu dihentikan sementara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Nurpana Sulaksono, mengumumkan penutupan lima jalur pendakian, yakni Selo, Suwanting, Wekas, Cunthel dan Thekelan.
Penutupan ini akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan.
3. 400 hektare lahan terbakar
Kebakaran ini telah menghanguskan sekitar 400 hektare lahan hutan di Kabupaten Semarang, Boyolali dan Magelang.
Upaya pemadaman manual terkendala oleh medan sulit dan angin kencang, sehingga rencana penggunaan water bombing direncanakan.
4. Warga kesulitan air bersih dan diungsikan
Warga setempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kerusakan pipa saluran air di lereng Gunung Merbabu akibat kebakaran hutan.
Selain itu, ternak milik warga, terutama sapi juga terdampak sehingga dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Warga Desa Ngaduman dievakuasi ke Balai Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, karena dampak asap dari kebakaran lahan di Gunung Merbabu.
Terdapat keluhan kesehatan seperti mata pedih dan batuk akibat asap dan abu, sehingga evakuasi diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan anak-anak.
5. Proses pemadaman api terkendala karena angin kencang
Upaya pemadaman api menghadapi kendala akibat angin kencang yang menyebabkan api yang sudah padam menjadi menyala kembali.
Selain itu, kondisi medan yang sulit juga menyulitkan upaya pemadaman pada hari kedua kebakaran Gunung Merbabu.
Oleh karena itu, rencana pemadaman api di Gunung Merbabu akan menggunakan water bombing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









