ASN Dilarang Komentar dan Like di Medsos Capres-Cawapres, Kemenpan RB Wanti-wanti Sanksi

AKURAT.CO - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkomentar bahkan memberikan sekedar like di akun media sosial (medsos) capres dan cawapres.
Imbauan harus dipatuhi demi menjaga netralitas ASN pada Pilpres 2024.
"Para ASN diimbau untuk tidak berinteraksi dengan para capres-cawapres di media sosial baik berkomentar dan memberikan like di ungghan mereka. Juga tidak boleh share stiker di WA," kata Azwar Anas kepada wartawan di kantor Kemenpan RB, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Dia menjelaskan bagi ASN yang melanggar pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas sesuai tingkatan pelanggaran. Kendati demikian, dikatakan Azwar sanksi terberat bagi ASN yang berani melanggar dapat dikenakan ancaman pidana.
"Kita telah mempunyai kesepakatan mana itu yang teguran ringan sampai nanti kepada pidana jika ASN melakukan pelanggaran berat," ujarnya.
Azwar Anas menegaskan Kemenpan RB sudah menandatangani kesepakatan dengan instansi untuk menjunjung tinggi netralitas ASN menjelang pesta demokrasi pada 2024.
"Sebelumnya kami telah melakukan MoU dengan Bawaslu, KPU, Pak Kapolri, Pak Mendagri dan juga pihak-pihak yang lain, kita telah sepakat ASN harus netral," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







