Paham Budaya Mark Up, Prabowo Sengaja Lebihkan Anggaran Proyek Rumah Terapung
Atikah Umiyani | 10 Januari 2024, 21:24 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, mengaku sengaja melebihkan anggaran untuk pembangunan rumah terapung yang akan dikerjakan Universitas Pertahanan di pesisir Utara Jawa.
Ia membeberkan, awalnya rincian anggaran yang disodorkan berkisar Rp130 juta per unit. Namun, sengaja dilebihkan menjadi Rp150 juta per unit.
"Dan demikian saya beri anggaran, saya sedikit spelling perencanaan mereka bagus 130, saya beri anggaran lebih 150," kata Prabowo dalam Seminar Nasional "Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall)" di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Menurut Prabowo, hal itu dilakukan karena dirinya paham di Indonesia upaya mark up sudah seperti budaya. Sehingga, ia sengaja melebihkan agar bisa lebih terbuka dan tidak ada pihak yang membohongi.
"Budaya Indonesia ini suka mark up mark up. Jadi sekalian saja saya spelling yang sah, jadi dia enggak usah tipu-tipu ya kan. Lebih baik kita terbuka, kasih spelling bikin yang terbaik untuk rakyat segera," jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Tugaskan Unhan Bangun Rumah Terapung dan Panggung untuk Warga Pesisir di Utara Jawa
Prabowo menjelaskan, rumah terapung dengan harga Rp150 juta per unit itu bisa bertahan hingga 15 tahun. Sehingga, harganya dianggap masih terjangkau untuk bisa memberi kenyamanan hidup bagi keluarga nelayan di wilayah pesisir.
"Dengan demikian Rp150 juta hitungan saya bisa mereka pakai selama 10 sampai 15 tahun. Kalau 10 tahun, berarti Rp15 juta setahun untuk satu keluarga hidup dengan bersih dan sehat, anak-anak tumbuh dengan baik sembari gagasan besar ini dijalankan," bebernya.
Sebagai informasi, rumah terapung nantinya akan menjadi alternatif selama proses pembangunan giant sea wall berlangsung. Sebab, pembanguan giant sea wall diperkirakan bisa mencapai 40 tahun.
Prabowo sendiri telah menugaskan Unhan untuk mengerjakan proyek tersebut.
"Saya juga ingin menyampaikan karena saya mengerti bahwa ini proyek tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat, padahal rakyat kita hidup dengan kualitas hidup yang sama sekali tidak manusiawi. Jadi saya tugaskan Unhan untuk melakukan pilot projects membuat pemukiman murah di kawasan terendam air," tutur Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








