Akurat
Pemprov Sumsel

Perkuat Kolaborasi Bangun Daya Tangkal Masyarakat dalam Memerangi Ideologi Radikal Terorisme

Mukodah | 7 Februari 2024, 19:21 WIB
Perkuat Kolaborasi Bangun Daya Tangkal Masyarakat dalam Memerangi Ideologi Radikal Terorisme

AKURAT.CO Daya tangkal masyarakat terhadap ideologi radikal terorisme perlu terus dibangun untuk memerangi penyebaran paham-paham kekerasan tersebut.

Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak pernah lelah mengimbau keterlibatan seluruh pihak menjadi mitra strategis dalam menjalankan program penanggulangan terorisme.

Hal itu dikatakan Kepala BNPT, Komjen Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel, saat bersilaturahmi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Duta Damai Dunia Maya dan Duta Damai Santri Regional Jawa Tengah di Semarang pada Selasa (5/2/2024).

"BNPT tidak bisa bekerja sendirian. Keberadaan FKPT, Duta Damai dan Duta Santri yang menjadi mitra strategis BNPT untuk memperkuat resiliensi masyarakat dalam mencegah penyebaran ideologi radikal terorisme ini sangat penting. Kalau FKPT, Duta Damai dan Duta Santri bisa berkolaborasi seperti ini tentunya dapat menumbuhkan daya tangkal atau daya cegah dan perlawanan untuk mencegah teroris yang secara terang-terangan ingin mengubah dasar negara kita," paparnya.

Kepala BNPT mengingatkan soal domain kerja FKPT, Duta Damai maupun Duta Damai Santri sebagai ujung tombak bisa diperkuat dan diintensifkan untuk berfokus di wilayah pencegahan yaitu membangun kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi dan deradikalisasi untuk bersinergi dalam menjalankan program-programnya.

Baca Juga: FKPT dan Duta Damai Perlu Perkuat Sinergi Bangun Kewaspadaan Terhadap Terorisme

Bentuk sinergi itu, kata Kepala BNPT, bisa diwujudkan dalam bentuk seminar daring melalui siaran langsung media sosial yang dikelola Duta Damai maupun Duta Damai Santri. Kemudian, dalam seminar tersebut, FKPT bisa mengisi siaran langsung media sosial dengan berbagai kajian dalam upaya kontraradikalisasi.

"Ini merupakan bentuk edukasi kepada publik dan upaya pencegahan dini. Edukasi merupakan kata kunci untuk memberantas sel-sel jaringan terorisme," katanya.

Kepala BNPT optimis, bila hal tersebut bisa dilakukan, bangsa Indonesia akan semakin aman, damai, lestari. Juga tercipta kasih sayang, cinta Tanah Air, jauh dari intoleransi, jauh kekerasan maupun ideologi kekerasan yang ingin memaksakan kehendak yang dianggapnya paling benar.

"Karena bahan baku utama radikal terorisme adalah intoleransi. Oleh sebab itu, segala bentuk ancaman intoleransi harus diberi counter-nya. Karena tidak ada keagamaan yang mengajarkan kekerasan, dan orang yang terpapar itu adalah korban. Korban yang tertipu oleh yang salah menafsirkan dalam sudut pandang yang kecil. Dan ini adalah menjadi tanggung jawab kita bersama tak hanya BNPT namun masyarakat secara luas," ujar alumni Akpol tahun 1988 ini.

Dijelaskan Kepala BNPT, radikalisme terorisme ini menyerang keyakinan, bukan keinginan. Sehingga pelakunya memiliki kecenderungan keras kepala dan susah untuk diajak kembali kepemikiran yang moderat.

Ia menegaskan bahwa ini tantangan berupa lack of ideology education perlu diberantas dengan wawasan kebangsaan. Penerus bangsa perlu diberi ilmu pengetahuan yang massif dan terstruktur didampingi nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan kebudayaan, kebangsaan, ke-Nusantara-an, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Kepala BNPT mengatakan, hasil penelitian Setara Institute dari tahun 2016-2023 telah terjadi peningkatan proses radikalisasi yang masif menyasar tiga pihak yang dianggapnya sangat rentan yaitu remaja, perempuan dan anak-anak.

"Ketiga pihak ini sangat rentan karena strategi propaganda paham radikal terorisme berganti. Dari awalnya menggunakan hard approach secara langsung, kini menjadi soft approach di berbagai platform media daring," ujar mantan Kapolda Jawa Tengah dan Sumatra Utara tersebut.

Baca Juga: Aktivitas Terorisme Menurun, Pengamat: Kewaspadaan Tinggi Perlu Terus Dilakukan untuk Bentengi NKRI

Ketiga pihak itu sangat mudah dibujuk dengan menggunakan narasi yang dibalut jubah dan atribut-atribut keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPT menjelaskan bahwa di tahun 2024 ini pihakmya memiliki tujuh program prioritas yang diharapkan dapat menciptakan sekaligus menguatkan public awareness dan public engagement dalam upaya bersama penanggulangan terorisme.

Program-program prioritas untuk membangun daya tahan masyarakat yaitu Program Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Remaja, Program Pembentukan Desa Siap Siaga Desa Damai, Program Pembentukan Sekolah Damai, Program Pembentukan Kampus Kebangsaan, Program Asesment Pegawai dengan Tugas Resiko tinggi, Program Penanganan Asosiasi WNI yang Terafiliasi Foreight Terrorist Fighter (FTF) dan Program Deradikalisasi Luar Lapas kepada Keluarga Napi.

Oleh karena itu, BNPT merasa bersyukur ada perpanjangan tangan di setiap daerah di Indonesia melalui FKPT, Duta Damai dan Duta Damai Santri.

"Harapannya tentu dapat menjadi ujung tombak dalam menangkal segala bentuk ancaman berbasis ideologi ataupun paham radikal yang dapat membahayakan keberlangsungan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Kepala BNPT dalam keterangan yang diterima Selasa (7/2/2024).

Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo, menambahkan, silaturahmi ini adalah upaya untuk merawat komunikasi, bertukar informasi dan pengalaman. Serta berdiskusi tentang kendala yang terjadi selama bertugas mencegah paham ideologi kekerasan radikal berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.

"Harapannya kegiatan ini dapat menjadi ajang memperkuat bisa sharing dengan Kepala BNPT karena beliau menyampaikan strategi, taktis dan daya dorong luar biasa," ujarnya.

Sementara itu Ketua FKPT Jawa Tengah, Prof. Dr. Syamsul Ma'rif, M.Ag, mengatakan bahwa pencegahan lebih utama daripada mengobati. Tentunya dengan mengedepankan prinsip kerja cerdas, kerja tuntas bersama stakeholders terkait seperti Polda, Kesbangpol, komunitas dan sebagainya.

"Upaya mitigasi dapat dilakukan dalam rangka menyadarkan masyarakat karena Jawa Tengah itu dapurnya terorisme. Cara-cara yang dilakukan selama ini dengan cara pendekatan yang humanis, tidak frontal dan tidak menjadikannya momok baru. Strategi yang diterapkan adalah reduksi berbasis local wisdom, resonasi kebudayaan, ideologisasi, rasionalisasi step yang hasilnya berupa moderatisme, toleransi sudah menggaung di Jawa Tengah," terangnya.

Koordinator Duta Damai Dunia Maya Jateng menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan dua macam program kegiatan yang dilakukan secara online dan offline dan diselenggarakan dalam periodik waktu yaitu bulanan dan tahunan.

Baca Juga: Moderasi Beragama Cara Terbaik Perangi Radikalisme dan Terorisme

"Untuk program online ada seperti SKMS, Ngerumpeace, Tengok-tengok Cerito, Live Talk Instagram, Narasumber, Gen Sae (Baik). Lalu untuk program offline ada seperti Srawung Sedulur (berkunjung tempat ibadah, bersejarah, menghadirkan eks napiter, penghayat kepercayaan, Katedral Santa Klaus), SKMS Offline, Goes to School Se-Jateng yaitu Sekolah Damai di Kudus, Purbalingga, Kendal, promosi UMKM mitra deradikalisasi, community campus Se-Jateng, DD Jateng Sehat yakni olahraga mengundang komunitas keagaman," paparnya.

Dalam melakukan kegiatannya, Duta Damai juga telah berkolaborasi dengan lembaga nasional dan internasional. Yang akan dilakukan Duta Damai Jawa Tengah pada tahun 2024 ini yaitu goes to school dan peace camping. Tentu juga akan melibatkan peran berbagai stakeholders terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNPT turut didampingi Direktur Pencegahan BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris,; Direktur Perangkat Hukum Internasional (PHI)/Kasatgas Sinergisitas, Laksma TNI Joko Sulistyanto; Direktur Pembinaan Kemampuan, Brigjen Wawan Ridwan; Kasubdit Bina Dalam Masyarakat, Kolonel Pas. Sujatmiko; Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Kolonel Sus. Harianto; Kasubdit Kontra Propaganda, Letkol Cpl. Hendro Wicaksono; Staf Ahli Kepala BNPT, Irjen Muhamad Asep Syahrudin; dan Staf Ahli Kepala BNPT, Brigjen (Purn) Adi Kuntoro.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK