Pemberian Jenderal Bintang Empat ke Prabowo Sudah Tepat, Pakar: Jangan Digoreng ke Ranah Politis
Atikah Umiyani | 29 Februari 2024, 10:46 WIB

AKURAT.CO Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie menilai langkah Presiden Joko Widodo yang memberi pangkat istimewa berupa jenderal kehormatan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sudah tepat.
Menurut Jerry, pemberian pangkat berupa kenaikan pangkat menjadi Jenderal bintang empat itu memang sudah selayaknya dilakukan setelah pilpres 2024 agar tidak ditarik-tarik sebagai kepentingan politis.
"Memang tepat, pemberian ini diberikan di saat pemilu telah usai jadi tak akan digoreng ke pilpres," kata Jerry kepada wartawan, Kamis (29/2/2024).
Menurut Jerry, pemberian pangkat secara istimewa itu, sama sekali tidak patut untuk dipersoalkan. Sebab, Prabowo merupakan orang yang telah lama berkiprah dan banyak berkontribusi untuk kepentingan pertahanan maupun keamanan negara.
"Penghargaan jenderal kehormatan jangan dipolitisasi. Saya rasa pemberian jenderal kehormatan lantaran prestasi dan jasa beliau selama menjabat Menteri Pertahanan," ujarnya.
Apalagi, pemberian pangkat itu merupakan wewenang yang dimiliki Presiden Joko Widodo. Sehingga kurang tepat jika ada pihak-pihak yang tidak terima apalagi sampai menentang keputusan presiden.
"Saya kira, ini wewenang Presiden Jokowi. Saya kira tak perlu dipersoalkan soal pemberian gelar jenderal kehormatan. Banyak juga panglima ABRI/TNI tak ada yang komplain," ucapnya.
Ditambah, sejumlah tokoh lain juga pernah dianugerahi tanda kehormatan tersebut seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Luhut Binsar Pandjaitan sampai A.M Hendropriyono. Sehingga, pemberian itu bukan suatu hal yang aneh.
"Mantan Presiden SBY dan Jenderal Luhut Binsar Panjaitan juga pernah mendapatkan hal yang sama. Secara standar kelayakan dan kepatutan bahkan secara SOP Prabowo layak menyandang gelar jenderal kehormatan. Jadi, jangan menggoreng soal pemberian ini ke ranah politis," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








