VIRAL Kronologi Penerbangan Pesawat Batik Air A320 Kendari-Jakarta Ditinggal Tidur Pilot dan Kopilot, Gimana Nasib Penumpang?

AKURAT.CO Baru-baru ini, terjadi sebuah insiden yang membuat heboh masyarakat karena penerbangan Batik Air A320 tujuan Jakarta, ditinggal tidur oleh pilot dan kopilot secara bersamaan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengonfirmasi insiden yang terjadi pada 25 Januari, penerbangan Batik Air A320 tujuan Jakarta telah ditinggal tidur oleh pilot dan kopilot.
KNKT juga menganggap insiden penerbangan Batik Air A320 yang ditinggal tidur oleh pilot dan kopilot sebagai masalah yang serius, karena menyebabkan beberapa kesalahan navigasi ketika kedua pilot tertidur selama 28 menit.
Baca Juga: Viral Insiden Koper Nyasar, Ini Loh Harga Tiket Batik Air Rute Jakarta-Kualanamu
Kronologi Penerbangan Batik Air A320
Dikutip dari situs resmi flightglobal, Sabtu (9/3/2024), seorang pilot berusia 32 tahun dan seorang perwira pertama berusia 28 tahun mengoperasikan penerbangan ID6723 dari Kendari, yang terletak di provinsi Sulawesi, menuju Kota Jakarta.
Berdasarkan jadwal Batik Air Indonesia, penerbangan akan berlangsung selama 2 jam 35 menit.
Sekitar pukul 08:37 waktu setempat, pesawat diketahui telah mencapai ketinggian jelajah, dan kedua pilot melepas headset.
Kemudian, pilot bertanya kepada petugas pertama apakah dia boleh tertidur, petugas pertama menyetujuinya.
Baca Juga: Sosok Rusdi Kirana, Pemilik Batik Air yang Namanya Viral Usai Insiden Koper Nyasar Milik Kaesang
Setelah 40 menit petugas pertama mengambil alih pilot, rekannya bangun dan menanyakan apakah dia ingin beristirahat.
Namun saat itu, dia menolak dan melanjutkan tugasnya. Tidak dijelaskan kapan kopilot tersebut menggunakan headsetnya kembali.
Sekitar pukul 08.43 WIB, petugas pertama yang masih menerbangkan pesawat berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara Jakarta dan diberitahu untuk menuju waypoint KURUS di timur laut bandara ibu kota.
Saat itu, posisi pesawat Batik Air A320 berada di sebelah timur titik jalan dan terbang dengan arah 250°.
Petugas pertama yang sedang bertugas, tidak sengaja tertidur sekitar satu menit setelah kontak dengan pusat kendali wilayah Jakarta.
Pusat kendali wilayah Jakarta menanyakan kepada kru berapa lama A320 harus terbang pada jalurnya saat ini, tetapi tidak mendapat tanggapan lebih lanjut.
Kemudian, pusat kendali juga meminta pilot lain untuk memanggil awak pesawat sebagai salah satu dari beberapa upaya yang dilakukan agar bisa menghubungi pesawat.
KNKT melaporkan bahwa kapten yang tidur sebelumnya terbangun sekitar 28 menit setelah petugas pertama ikut tertidur.
Baca Juga: Akhirnya, Koper Kaesang Sudah Diantar oleh Batik Air dengan Selamat
Ketika bangung, dia menyadari bahwa pesawat sedang tidak berada di jalur yang benar sehingga dia langsung membangunkan rekannya dan menanggapi panggilan dari pusat kendali wilayah Jakarta.
Pilot menyatakan bahwa mereka mengalami masalah komunikasi radio, yang menjelaskan ketidakmampuan mereka untuk menanggapi.
Pesawat kembali diarahkan ke jalur yang benar, dan penyelidik tidak menemukan ada masalah dengan sistem komunikasi pesawat.
Pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Jakarta. Tidak ada kerusakan pada pesawat atau cedera pada penumpangnya.
Menurut KNKT, pilot dan kopilot pesawat yang sama telah mengoperasikan penerbangan Jakarta-Kendari pada pagi yang sama.
Itulah kronologi lengkap dari insiden penerbangan pesawat Batik Air A320 tujuan Jakarta yang sudah membuat khawatir pusat kendali karena pilot dan kopilot yang tertidur selama 28 menit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









