Strategi Baru Polisi Cegah Kecelakaan Saat Contraflow di Jalan Tol

AKURAT.CO Korlantas Polri menyiapkan sejumlah opsi saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas lawan arus (contraflow) saat arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah. Langkah ini untuk mencegah kecelakaan maut di KM58 Tol Jakarta-Cikampek tidak terulang lagi.
"Kami menyiapkan sejumlah opsi mengawal pemudik pasca kecelakaan di Tol Jakarta Cikampek KM 58," kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, di Semarang, dikutip Antara, Sabtu (13/4/2024).
Dia mengatakan pemberlakuan rekayasa lawan arus akan dilakukan di jalur tol Trans Jawa Km 72 hingga Km 47.
Baca Juga: Kendaraan Menuju Kawasan Puncak Mulai Padat, Jasa Marga Berlakukan Contraflow
Pihaknya bersama Jasa Marga menyiapkan mobil penyelamat yang hadir setiap 30 menit dan mereka akan mendahului pengendara untuk mengatur kecepatan mobil yang ada di jalur tersebut.
Selain itu, untuk kerucut pembatas lalu lintas (cone/barier) yang sebelumnya terpasang sepanjang 30 meter akan diperpendek menjadi 10 meter saja. "Pembatas tersebut akan dirapatkan posisinya," kata dia.
Pihaknya juga sudah menyiapkan kendaraan pertolongan di setiap gangguan yang diterima pengendara sehingga cepat ada tindakan ketika terjadi masalah.
Petugas juga ditempatkan di titik yang tidak rata di jalur tol tersebut untuk memberikan isyarat agar memperlambat kecepatan kendaraan. "Kuncinya adalah kecepatan. Dalam 'contraflow' ini kecepatan dibatasi 60 kilometer per jam saja," kata dia.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan menegaskan, pihaknya akan tetap menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow pada tol Jakarta-Cikampek (Japek).
Baca Juga: Kurangi Kepadatan Ruas Tol Jagorawi, Jasa Marga Gelar Contraflow Arah Ciawi
Sebab, penerapan contraflow sudah bersifat universal untuk menambah kapasitas ketika terjadinya kepadatan lalu lintas.
"Kita sudah melakukan beberapa pertemuan, kemudian minta pendapat ahli, terkait dengan penerapan contraflow. Pada prinsipnya, penerapan contraflow ini adalah universal. Artinya, di seluruh dunia ketika kapasitas jalan sudah tidak bisa, tidak bisa menampung volume yang ada, itu satu-satunya jalan untuk menambah kapasitas," kata Aan di Command Center KM 29 Tol Japek, Selasa (9/4/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







