Komisi VII Kritik Luhut Soal Rencana Pertalite Jadi Bioetanol: Harus Dibahas Dulu dengan DPR

AKURAT.CO Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto mengkritik sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, yang mengatakan Pertamina akan mengganti BBM jenis Pertalite dengan BBM campuran Bioetanol.
Menurutnya, Luhut seperti menutup mata alias pura-pura tidak tahu, kalau seluruh rencana perubahan harus dibahas bersama DPR terlebih dahulu, terutama Komisi VII sebagai mitra yang membidangi.
"Luhut ini pura-pura tidak tahu atau bagaimana. Sebab Pertamina tidak memiliki kewenangan mengganti BBM penugasan dengan jenis lain sebelum dibahas bersama DPR," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (9/5/2024).
Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menyebut, Pertamina hanya operator, yang menjalankan penugasan dari regulator Pemerintah untuk mendistribusikan BBM tersebut kepada masyarakat. Sehingga, Pertamina tidak bisa sembarangan untuk menghapus atau mengganti Pertalite dengan Bioetanol atau jenis BBM lainnya.
"Ini kewenangan Pemerintah. Karena terkait BBM bersubsidi, baik jenis, jumlah, harga dan wilayah distribusinya ditetapkan oleh Pemerintah melalui pembahasan dengan DPR. Harus dibahas dulu berapa jumlah kuota BBM penugasan tersebut per tahunnya, berapa harga per liternya, berapa rupiah besaran subsidi per liternya, serta sejauh mana wilayah distribusinya," tutur Mulyanto.
Dia menegaskan, ini penting agar penggantian jenis BBM penugasan tersebut, benar-benar tidak merugikan masyarakat atau tidak membebankan masyarakat dengan BBM yang berharga mahal.
"Apalagi diperkirakan harga BBM bioetanol ini per liternya akan berada di atas harga Pertamax 92. Pertamina Tidak bisa ujug-ujug mengganti BBM Pertalite begitu saja seperti apa yang disampaikan Pak Luhut," imbuhnya.
Mulyanto merasa ada keanehan terkait rencana kebijakan pergantian Pertalite dengan BBM campuran bioetanol. Karena produksi bioetanol dalam negeri masih terbatas. Sehingga besar kemungkinan bahan tersebut akan diimpor dari negara lain untuk keperluan produksinya.
"Ujung-ujungnya devisa negara tersedot lagi keluar. Masa kita mau impor bioetanol dan semakin tergantung dengan luar negeri," katanya.
Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, bocorkan bahan bakar minyak (BBM) pengganti Pertalite.
Menurut Luhut, PT Pertamina berencana menghapus BBM jenis Pertalite tahun ini. Dia mengatakan, ambisi pemerintah mencampurkan bahan bakar minyak, atau BBM fosil dengan sari tumbuh-tumbuhan, atau menjadi bioetanol bertujuan menekan penggunaan bahan baku dari minyak fosil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








