Duta Damai Garda Depan Tingkatkan Daya Tangkal Terorisme di Kalangan Generasi Muda

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengukuhkan anggota baru Duta Damai BNPT Regional Sumatra Barat di Kota Padang, Jumat (41/5/2024).
Keberadaan Duta Damai BNPT Regional Sumbar diharapkan dapat meningkatkan daya tangkal dan cegah dini penyebaran radikal terorisme di kalangan generasi muda, khususnya di Sumbar, dan umumnya di seluruh Indonesia.
"Tugas adik-adik Duta Damai Regional Sumbar sangat berat tapi mulia. Makanya harus disertai niat dan kemauan keras. Anda adalah pilar terdepan dalam rangka memberikan publick awareness, public resilience, cegah dini. Tentunya dengan kemampuan para duta damai di bidang teknologi, komunikasi visual dan penulisan," jelas Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo, saat pengukuhan Regenerasi dan Pelatihan Duta Damai BNPT Regional Sumbar.
Dia berharap, setelah pelatihan dan dikukuhkan, Duta Damai BNPT Regional Sumbar menjadi agen perubahan dalam menyebarkan konten dan perilaku cinta damai serta toleran.
Baca Juga: Duta Damai dan Duta Santri Mata Telinga Serta Ujung Tombak Lawan Ideologi Radikal
Dan itu harus terus dikembangkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
"Saya berharap Duta Damai BNPT Regional Sumbar dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat untuk menyebarkan perdamaian dalam rangka merawat keutuhan NKRI. Tentunya adik-adik harus bisa berkolaborasi dengan stakeholder di Sumbar seperti Kesbangpol, FKPT, Polda Sumbar, Korem, Binda, Dinas Pendidikan dan lain-lain," ujar Roedy.
Dia menjelaskan, penanggulangan terorisme bukan hanya tugas BNPT, Polri, TNI dan kementerian/lembaga terkait.
Karena itu, BNPT menjalankan strategi penanggulangan terorisme dengan program pentahelix.
Pertama adalah pemerintah melalui kementerian/lembaga serta pemprov dan pemda.
Kedua, masyarakat kolaborasi dengan media untuk memviralkan dan mengekspos kegiatan pencegahan, agar masyarakat tahu bahwa BNPT telah melakukan berbagai program pencegahan.
Selanjutnya adalah pengusaha. Dan keenam adalah akademisi, mulai dari perguruan tinggi sampai level pendidikan dasar.
Roedy mengungkapkan bahwa di Sumbar ada 36 mantan narapidana terorisme.
Dia berharap mereka sudah berkategori hijau dan tidak kembali menyebarkan ideologi kekerasannya.
Baca Juga: FKPT dan Duta Damai Perlu Perkuat Sinergi Bangun Kewaspadaan Terhadap Terorisme
Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Duta Damai BNPT Regional Sumbar untuk berperan menjaga generasi muda dan masyarakat
"Adik-adik duta damai harus ikut aktif bagaimana mengakselerasi agar Sumbar aman damai nyaman. Juga menjadi agent of change atau agen perubahan dalam memobilisasi diri dan anak bangsa dalam rangka melakukan kontraintoleransi, kontraradikalisasi dan kontraterorisme," ungkapnya.
Menurut Roedy, yang dilawan duta damai bukan teroris atau orangnya tetapi pahamnya. Dan tugas pokok BNPT adalah menetralisir paham kelompok tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yaitu pencegahan meliputi kesiapsiagaan nasional, kontrapropaganda dan deradikalisasi.
Dia mengungkapkan, dari hasil beberapa penelitian, indeks potensi radikalisme menunjukkan indeks toleran di kalangan masyarakat terus naik.
Dari tadinya 6,16 menjadi 70,2 persen. Fakta lainnya, pada tahun 2023, Indonesia mencatat zero attack terrorism.
"Ini hasil kerja dari seluruh komponen. Terima kasih kepolisian, dalam hal ini Densus 88, telah melakukan penangkapan yang optimal. Dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 itu, orang baru berpikir melakukan aksi terorisme saja sudah ditangkap," jelasnya.
"Ini berkat pendektan komprehensif undang-undang kita. Sekarang preemptif straight mampu menggagalkan beberapa rencana aksi terorisme," tambahnya.
Namun, lanjut Roedy, dengan adanya penangkatan secara masif, ternyata mereka tidak mengeksplor seluruh tindakan ke permukaan. Sebab di bawah permukaan sangat kuat.
Kondisi ini bagaikan fenomena gunung es. Bahwa di permukaan kecil tapi di bawah permukaan menggelembungkan.
Itu menjadi bukti pola pendekatan pelaku teror sudah berubah dari menggunakan peluru ke ballot atau kotak suara atau politik.
"Tugas adik-adik ini menangkal, mengkonter, mengidentifikasi semua itu dengan keahlian masing-masing," ucapnya.
Roedy juga meminta Duta Damai BNPT Regional Sumbar untuk terus berinovasi dalam berkampanye dan pendekatan dalam melakukan menyebarkan perdamaian, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Mereka harus memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas lagi.
Selain itu juga perlu mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan duta damai.
Juga menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif di komunitas mereka.
"Setelah pelatihan ini, tugas kalian tidak berhenti di sini. Sebaliknya ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam menciptakan perdamaian dan persatuan di Tanah Minang ini," tuturnya.
Roedy berharap Duta Damai BNPT Regional Sumbar dapat mengaplikasikan semua ilmu yang diterima, serta terus mengembangkan diri agar menjadi inspirasi dan teladan bagi generasi muda lainnya.
"Mari bersama menangkal intoleransi, radikalisme dan terorisme serta membangun Indonesia yang lebih damai dan bersatu," pesannya.
Hadir dalam pengukuhan ini, Kasubdit Kontra Propaganda BNPT, Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono; Kepala Kesbagpol Sumbar, Erinaldi; perwakilan FKPT Sumbar; Polda Sumbar; Korem 032/Wirabraja; Dinas Pendidikan Sumbar; Binda Sumbar dan stakeholder terkait.
Kepala Kesbangpol Sumbar berharap Duta Damai BNPT Regional Sumbar menjadi garda terdepan dalam menebarkan konten-konten perdamaian untuk melawan propaganda radikal terorisme, terutama di dunia maya.
Selain itu, Duta Damai BNPT Regional Sumbar diminta untuk terus mengampanyekan bijak bermedia sosial.
"Bagaimana kita ke depan wajib berpegang pada falsafah orang Minang, adat bersendikan syarak, syarakat bersendikan kitabullah. Dan adik-adik generasi muda ini ada didalamnya. Jadi, adik-adik Duta Damai BNPT Regional Sumbar harus menggelorakan bijak bermedsos. Kita harus berpikir ulang apakah sesuatu yang negatif harus diviralkan. Artinya, harus ada rem dalam menyikapi konten-konten di media sosial. Mari gunakan teknologi untuk menjadikan Sumbar bermartabat untuk ke depan," Erinaldi, yang mewakili Gubernur Sumbar, memaparkan.
Ia menambahkan bahwa generasi muda yang tergabung dalam Duta Damai BNPT Regional Sumbar harus bangga.
Pasalnya, mereka terpilih dari sekian banyak anak muda di Sumbar dan memiliki tugas mulia dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa dari paham radikal terorisme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









