Profil PT Indofarma, Perusahaan BUMN yang Diduga Terjerat Pinjol

AKURAT.CO Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan temuan mengejutkan dalam audit mereka terhadap PT Indofarma Tbk dan anak perusahaannya.
PT Indofarma Tbk, perusahaan BUMN di sektor farmasi ini ternyata terlibat dalam pinjaman online (pinjol).
Temuan ini disampaikan oleh BPK kepada DPR, bersamaan dengan sejumlah temuan lain terkait aktivitas Indofarma dan anak perusahaannya, PT IGM, yang menyebabkan terjadinya kecurangan atau kerugian pada perusahaan farmasi tersebut.
"Ditemukan antara lain PT Indofarma Tbk dan PT IGM melakukan pengadaan alat kesehatan tanpa studi kelayakan dan penjualan tanpa analisa kemampuan keuangan customer," ungkap Ketua BPK, Isma Yatun.
Baca Juga: Di Depan Mahkamah Internasional, Spanyol Minta Ikut Turun Tangan Bantu Kasus Genosida Gaza
Masalah tersebut mengakibatkan indikasi kerugian sebesar Rp 294,77 miliar dan potensi kerugian sebesar Rp 164,83 miliar.
Rincian kerugian ini meliputi piutang macet sebesar Rp 122,93 miliar, persediaan yang tidak dapat terjual sebesar Rp 23,64 miliar, dan beban pajak dari penjualan fiktif FMCG sebesar Rp 18,26 miliar.
Sehubungan dengan itu, ketahui berikut profil PT Indofarma Tbk yang diduga terjerat pinjol hingga rugi ratusan miliar.
Profil PT Indofarma Tbk
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (7/6/2024), PT Indonesia Farma Tbk atau PT Indofarma Tbk adalah salah satu perusahaan yang terdaftar sebagai BUMN.
Perusahaan ini telah beroperasi sebagai perusahaan farmasi dan alat kesehatan nasional selama lebih dari satu abad.
Berdiri sejak tahun 1918 sebagai pabrik kecil yang memproduksi salep dan kasa, Indofarma kini telah berkembang menjadi BUMN farmasi dan alat kesehatan terkemuka di Indonesia.
Beberapa produk Indofarma mencakup Obat Generik Bermerek (OGB), produk Over The Counter (OTC) & makanan, Obat Keras Bermerek (Ethical Branded), alat kesehatan, perbekalan kesehatan rumah tangga, dan produk non-alat kesehatan.
Perjalanan panjang Indofarma mencakup beberapa perubahan status. Pada tahun 1981, Indofarma berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) dan kemudian pada tahun 1996 resmi menjadi Perseroan Terbatas (PT).
Perusahaan ini juga mengalami beberapa kali pemindahan unit produksi.
Awalnya berada di Rumah Sakit Pusat Pemerintah Hindia Belanda, lalu pindah ke Manggarai pada tahun 1932, dan akhirnya ke Pabrik Cibitung di Bekasi, Jawa Barat, pada tahun 1991.
Pada tahun 2012, Indofarma berhasil mendirikan laboratorium uji ekivalensi dan klinis PT Farmalab Indoutama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









