Anggaran Pemungutan Suara Ulang Memadai, Tidak Ganggu Pilkada 2024
Citra Puspitaningrum | 13 Juni 2024, 19:12 WIB

AKURAT.CO Komisi Pemilihan Umum memastikan anggaran Pemilu 2024 masih memadai untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan legislatif, sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi.
Anggota KPU, Yulianto Sudrajat, mengatakan, anggaran Pemilu 2024 yang sudah disiapkan untuk pencoblosan 14 Februari lalu sudah termasuk dengan gelaran PSU.
"Secara prinsip, anggaran KPU untuk pemilu ini sudah mencakup untuk antisipasi ketika terjadi PSU," katanya kepada wartawan di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Menurut Yulianto, KPU saat merancang anggaran pemilu telah memikirkan langkah antisipatif, termasuk potensi pencoblosan putaran kedua.
"Prinsipnya tidak ada masalah untuk tindak lanjut dari aspek anggaran, untuk baik itu penghitungan suara ulang atau pemungutan suara ulang," jelasnya.
Lebih lanjut, dia memastikan pelaksanaan PSU tidak mengganggu anggaran Pilkada 2024.
"Jadi, kalau untuk kabupaten/kota yang ketersediaan anggarannya kurang nanti akan dicukupi KPU provinsi karena skema kita begitu. Sudah kami sediakan untuk anggaran kebutuhan tindak lanjut putusan MK," pungkas Yulianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





