Litbang Kompas: 83,6 Persen Publik Yakin Prabowo-Gibran Bawa RI Lebih Bermartabat di Mata Dunia

AKURAT.CO Hasil Survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan, delapan dari sepuluh responden atau 83,6 persen meyakini, bangsa ini akan lebih bermartabat di mata internasional saat berada di kepemimpinan Prabowo-Gibran.
"Keyakinan paling tinggi diekspresikan pada harapan bahwa posisi bangsa ini akan menjadi semakin kuat di hadapan bangsa lain," tulis Litbang Kompas dalam surveinya yang dikutip dari Kompas.id, Sabtu (22/6/2024).
"Dunia internasional diyakini akan lebih mengarahkan perhatiannya pada kekuatan negeri, baik dari sisi pertahanan maupun beragam potensi ekonomi yang dikembangkan," demikian tertulis dalam survei tersebut.
Baca Juga: Litbang Kompas: Publik Yakin Prabowo-Gibran Bisa Jadikan Indonesia Lebih Baik
Keyakinan publik juga sama besarnya terlihat dari sektor ekonomi, bagian terbesar responden dalam survei ini juga meyakini bahwa sejumlah permasalahan makro ekonomi Indonesia hingga persoalan pemenuhan kebutuhan ekonomi riil, yang menjadi keseharian masyarakat, akan menjadi lebih baik di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
Selain itu, sebanyak 68,5 persen publik yakin, Prabowo-Gibran akan berhasil menciptakan stabilitas serta pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang telah terjadi selama ini.
Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 27 Mei-2 Juni 2024. 51,1 persen. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 2,83 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei tersebut dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








