Prabowo dan Presiden Prancis Bertemu di Sela KTT G20, Tingkatkan Kerja Sama Dua Negara

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di sela-sela agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Rio de Janeiro, Brasil.
Pertemuan antara Prabowo dan Macron berlangsung di area Museu de Arte Moderna. Keduanya mengawali pertemuan itu dengan berjabat tangan sambil bertanya kabar.
"Bagaimana kabar Anda? Sekali lagi, selamat atas pelantikan Anda (sebagai Presiden RI)," ujar Macron kepada Prabowo, Selasa (19/11/2024).
Baca Juga: Tindak Lanjut Arahan Jokowi-Prabowo, Gibran Center Gaspol Menangkan Pasangan Rido
Prabowo membalas ucapan Macron dengan mengungkapkan terima kasih, khususnya atas dikirimnya utusan khusus Macron dari Prancis di hari pelantikan Prabowo 20 Oktober silam.
"Terima kasih banyak. Dan terima kasih telah mengirimkan utusan khusus Anda," kata Prabowo.
Macron pun mengucapkan terima kasih atas waktu yang diluangkan Prabowo untuk bertemu dengannya hari itu. "Saya sangat senang bisa berbicara dengan Anda beberapa menit. Ini adalah hari yang spesial," ujar Macron, yang dibalas dengan ucapan terima kasih oleh Prabowo.
Prabowo dalam kesempatan itu didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Ya, kita banyak kerja sama dengan Prancis. Banyak kemajuan," ujar Prabowo usai pertemuan itu.
Setelah menghadiri rangkaian KTT G20 di Rio de Janeiro, Prabowo lanjut bertolak ke Inggris. Di Inggris, Prabowo dijawalkan akan memenuhi undangan Raja Charles III bertemu di Buckingham Palace.
Dari Inggris, Prabowo juga berencana bertolak ke Timur Tengah dalam rangka kunjungan kenegaraan. Setelahnya, Prabowo akan kembali ke Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








