Cegah Urbanisasi, Mendes Minta Pemda Optimalkan SDM Lokal

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengimbau seluruh kepala daerah untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di desa dalam menuntaskan masalah pembangunan.
"Sebab mereka lah yang memahami betul terkait kebutuhan, potensi, dan tantangan yang ada di wilayahnya," kata dia dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).
Menurutnya, optimalisasi SDM desa dilakukan untuk mencegah terjadinya urbanisasi, sebagaimana yang terjadi di negara Jepang dan Korea Selatan. Jika hal itu terjadi, maka akan menimbulkan masalah lain yang lebih berat, salah satunya demografi penduduk yang tak seimbang.
"Desa di Jepang itu kosong, jangan sampai terjadi di Indonesia, Pak. Ada 93 persen penduduknya ke kota, termasuk di Korea Selatan, 83 persen penduduknya bergerak ke kota. Kita ingin menyepak atau menghambat laju urbanisasi itu dengan memajukan desa-desa di Indonesia," imbuhnya.
Baca Juga: Komisi V Minta Mendes PDT Bentuk Tim Pengawasan Dana Desa
"Inti pokoknya, kita ingin pembangunan itu ada di desa, Pak. Kita ingin desa kita ini diperhatikan. Kalau pembangunan banyak di desa, pemuda pelopor desa dilibatkan, maka saya haqqul yakin desa akan maju dengan pesat," jelas mantan Anggota DPR RI itu.
Sementara itu, Pengamat Sosiologi Universitas Nasional (Unas), Sigit Rohadi, mengatakan banyak faktor yang menyebabkan masyarakat desa melakukan urbanisasi. Seperti mencari pekerjaan, mencari gaji yang lebih tinggi, serta dapat meraih pendidikan yang tinggi.
"Urbanisasi memotivasi untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih tinggi, serta pengembangan diri karena di kota kesempatannya pendidikan tinggi jauh lebih terbuka karena sarana prasarana lebih lengkap," jelasnya saat dihubungi akurat.co, Selasa (14/1/2025).
Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat membangun sarana prasarana yang memadai di desa-desa, seperti halnya sarana pendidikan. "Minimal di desa pendidikan harus ada yang lulusan diploma. Ini untuk mendongkrak SDM yang berkualitas," ujarnya.
Selain itu, Sigit juga menyinggung terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) yang cukup rendah. 'Jangan sampai upah di desa gak ikut minimum di provinsi. Seakan-akan penetapan UMP hanya ada di kota besar, sedangkan di desa tidak dinaikan dan tidak ikut aturan pemerintah. Orang pasti akan lari mencari upah yang tinggi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







