Bicara di Forum BRICS, Menko AHY Ungkap Tiga Langkah Konret Tantangan Urbanisasi

AKURAT.CO Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan tiga langkah konkret dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan krisis iklim global.
Hal itu disampaikan AHY saat menyampaikan pidato di Forum Urbanisasi BRICS yang digelar di Brasilia, Brasil, beberapa waktu lalu.
Berbicara untuk pertama kalinya sebagai perwakilan Indonesia di forum tersebut sejak menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025, AHY menekankan bahwa kota-kota yang berkelanjutan akan menjadi kunci masa depan rakyat di seluruh dunia.
Baca Juga: Pengamat: AHY Menko Andalan Prabowo, Bukan Sekadar Putra SBY
"Hari ini, kita berkumpul sebagai wakil dari berbagai bangsa, namun dipersatukan oleh satu keyakinan, masa depan dunia akan ditentukan di kota-kota kita," ujarnya, melalui keterangan yang diterima, Jumat (27/6/2025).
AHY menggarisbawahi bahwa urbanisasi dan perubahan iklim merupakan dua tekanan besar yang tengah dihadapi Indonesia dan banyak negara lainnya.
Menurutnya, pertumbuhan kota tidak boleh hanya dilihat sebagai proses fisik, tetapi juga harus menjamin keadilan sosial dan ketahanan lingkungan.
Baca Juga: Melalui ICI 2025, AHY Ingin Wujudkan Kota yang Modern, Tangguh dan Berkelanjutan
"Kita tidak bisa menerima masa depan di mana kesempatan dibatasi oleh letak geografis atau tingkat pendapatan. Tidak boleh ada yang tertinggal," katanya.
Untuk itu, AHY menawarkan tiga langkah konkret sebagai arah kebijakan dan kerja sama global di bidang urbanisasi.
Pertama, pemberdayaan kewilayahan. AHY mendorong agar pemerintah daerah serta pemangku kepentingan di tingkat lokal lainnya dapat semakin berperan aktif dalam pembangunan perumahan berbasis kebutuhan rakyat.
Baca Juga: AHY Enggan Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran: Kami Fokus Dukung Pemerintahan Prabowo
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan bahwa ketangguhan dimulai dari unit terkecil, rumah dan keluarga.
"Perkuat kapasitas kelembagaan, kewenangan dan perangkat kebijakan daerah untuk merancang rencana adaptasi iklim lokal yang mengintegrasikan rumah aman dan terjangkau dengan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan transportasi di wilayahnya," jelasnya.
Kedua, tingkatkan investasi pada infrastruktur berkelanjutan dan ramah iklim. Menurut AHY, langkah ini bukan hanya mengurangi risiko dan menurunkan emisi, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota.
Baca Juga: AHY Sayangkan Kebijakan AS Batasi Penerimaan Pelajar di Harvard, Banyak Harapan yang Kandas
"Jaga keseimbangan ekosistem yang terintegrasi dengan pembangunan kota yang akan semakin pesat, mulai dari restorasi hutan mangrove di pesisir utara Jawa hingga koridor smart transport di kota-kota yang terus tumbuh," katanya.
Terakhir, membuka akses lebih luas terhadap pembiayaan transformatif. AHY menekankan bahwa sistem pembiayaan berkelanjutan yang banyak didengungkan institusi keuangan global harus didesain untuk menjawab kebutuhan dan mendorong dampak nyata di negara-negara berkembang.
"Rancang pengelolaan anggaran publik, keterlibatan modal swasta, serta dukungan multilateral development partners, termasuk melalui New Development Bank, untuk memperluas pembangunan perumahan tahan iklim, infrastruktur net-zero, serta pemanfaatan digital technology untuk pemetaan dan mitigasi risiko perkotaan," ujarnya
Baca Juga: AHY Dorong Kemajuan UMKM, Pemerintah Siap Kawal Lewat Kebijakan yang Berpihak
Menutup pidatonya, AHY menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam kerja sama BRICS.
"Indonesia siap berkontribusi melalui pertukaran data, proyek percontohan, dan kebijakan praktis. Bersama-sama, kita bisa membentuk masa depan perkotaan yang inklusif, tangguh terhadap iklim dan berakar pada prioritas serta inovasi dari negara-negara Global South," tutup AHY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








