Akurat
Pemprov Sumsel

Komisi I DPR Desak TNI Perketat Pengawasan Penggunaan Senjata oleh Prajurit

Ahada Ramadhana | 16 Januari 2025, 11:06 WIB
Komisi I DPR Desak TNI Perketat Pengawasan Penggunaan Senjata oleh Prajurit

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini, meminta Mabes TNI segera memperketat pengawasan dan membuat aturan yang lebih tegas terkait penggunaan senjata oleh prajurit TNI.

Pernyataan ini merespons insiden penembakan yang dilakukan oleh seorang mantan prajurit TNI terhadap sesama prajurit di Belitung, yang mengakibatkan korban luka-luka.

"Meski pelaku merupakan mantan prajurit dan berstatus buron, penggunaan senjata yang menyebabkan cedera prajurit aktif perlu diselidiki lebih dalam," ujar Jazuli dalam keterangannya, Kamis (16/1/2025).

Ia menekankan pentingnya memastikan senjata organik TNI tidak disalahgunakan untuk tindakan kriminal.

"Kami sangat prihatin. Kasus ini menambah deretan peristiwa yang melibatkan penyalahgunaan senjata, termasuk penembakan yang menyebabkan kematian warga sipil seperti insiden bos rental mobil beberapa waktu lalu," kata Ketua Fraksi PKS itu.

Baca Juga: Jonatan Christie Lolos ke Babak Kedua India Terbuka 2025, Siap Tantang Su Li Ying

Jazuli mendesak TNI untuk melakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan senjata, dengan memperhatikan kedisiplinan, kondisi psikologis, dan kelayakan prajurit dalam memegang senjata.

Menurutnya, pengawasan terhadap prajurit yang desersi harus lebih ketat dan tegas.

"TNI adalah garda pertahanan yang dipersenjatai, sehingga setiap prajurit harus memiliki kematangan psikologis yang tinggi. Jika prajurit mengabaikan SOP dan menggunakan senjata sembarangan, risikonya sangat besar, bahkan bisa berujung pada tindak pidana," tegas Jazuli.

Komisi I DPR berencana meminta laporan evaluasi serta tindak lanjut dari TNI untuk memperbaiki disiplin prajurit dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

"Kami mendesak agar pelaku tindak pidana di tubuh TNI diproses dan dijatuhi hukuman berat hingga pemecatan tidak hormat untuk memberikan efek jera. Namun yang lebih penting adalah bagaimana institusi TNI dapat memperkuat pencegahan agar kasus seperti ini tidak terulang," pungkasnya.

Baca Juga: Jonatan Christie Lolos ke Babak Kedua India Terbuka 2025, Siap Tantang Su Li Ying

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.