Komisi III DPR Apresiasi 100 Hari Prabowo, Dorong Pemberantasan Judol dan Perbaikan Hukum

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, memberikan apresiasi atas tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja pemerintah di bidang hukum, khususnya dalam pemberantasan judi online (judol).
Menurut Abdullah, ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian. Pertama, pemerintah harus lebih gencar memberantas judol yang semakin masif dan berdampak buruk bagi masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah kasus tragis yang dipicu oleh kecanduan judol, seperti kasus pembunuhan keluarga yang diakhiri bunuh diri dan insiden istri membakar rumah suami akibat ketagihan judi online.
"Banyak rumah tangga yang hancur karena judi online. Ini fenomena yang sangat memprihatinkan," kata Abdullah dalam keterangannya, Senin (20/1/2025).
Baca Juga: Resmikan Proyek Ketenagalistrikan di 18 Provinsi, Prabowo Beri Apresiasi Kinerja Pemerintahan Jokowi
Ia juga menyoroti bahwa judi online telah menjangkau anak-anak.
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), 25 persen pelaku judol berusia di bawah 30 tahun.
Nilai transaksi judol sepanjang 2023 hingga 2024 mencapai Rp360 triliun, angka yang terus meningkat.
"Karena itu, pemerintah harus semakin serius memberantas masalah ini dengan melibatkan semua pihak," tegasnya.
Kedua, Abdullah meminta kepolisian lebih responsif terhadap laporan masyarakat terkait tindak kejahatan. Polisi tidak boleh menunggu kasus viral baru bertindak.
"Penegak hukum harus menerima dan melayani setiap laporan dengan baik tanpa meremehkan kasus apa pun," ujarnya.
Ketiga, ia menegaskan bahwa polisi harus menghentikan praktik membela anggota yang melakukan pelanggaran.
Baca Juga: Nusron Wahid Benarkan Ada Ratusan Sertifikat HGB di Kawasan Pagar Laut Tangerang
Menurutnya, petinggi Polri perlu mendalami kasus secara menyeluruh dan menindak tegas anggota yang bersalah.
"Membela anggota yang melanggar hukum hanya mencoreng citra kepolisian," katanya.
Keempat, Abdullah menyerukan penguatan komitmen dalam pemberantasan korupsi.
Ia meminta kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja lebih efektif dalam pencegahan dan penindakan korupsi.
"Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi. Para penegak hukum harus berani dan galak terhadap koruptor," tegasnya, menambahkan bahwa kinerja pemberantasan korupsi harus terus meningkat di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









