Pengunduran Pelantikan Kepala Daerah Bisa Berdampak ke Program Pemerintah

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta pemerintah dapat membahas dampak dari pengunduran jadwal pelantikan kepala daerah tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) dari jadwal sebelumnya dibahas di Komisi II DPR RI
"Ya itu memang kemudian sekarang kita berada dalam kondisi yang sudah tidak pasti gitu ya. Artinya, semula tanggal 6 Kemudian diwacanakan Berubah. kan semula, diwacanakan untuk dibarengkan setelah semuanya selesai. Jadi, kalau menurut kami, hendaknya itu dibahas dengan maksimal dengan komisi II. Supaya dengan demikian maka terukur betul, semua dampak-dampaknya," ujarnya, dikutip Sabtu (1/2/2025).
Menurutnya, hal ini juga harus mempertimbangkan bagaimana nantinya komunikasi dan kinerja pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sebab, setelah kinerja 100 hari Presiden Prabowo ke depannya, perlu mendapat dukungan untuk melaksanakan program lainnya.
Baca Juga: Pramono Anung Tunggu Pelantikan Kepala Daerah, Tegaskan Patuh pada Pusat
"Karena kan kalau itu dimundurkan Itu berarti yang menjadi gubernur sekarang adalah Plt atau Plh yang tidak punya kewenangan untuk mengambil keputusan Mendasar terkait dengan Pembangunan kawasan," kata dia.
"Sementara kan Presiden Prabowo Sudah begitu banyak melakukan program-programnya. Sudah dinilai 100 harinya, dan itu kan pasti memerlukan back up yang penuh dari pemerintah daerah," jelas dia.
Meski demikian, dia pun mendukung jika pelantikan kepala daerah dilakukan setelah menunggu sengketa di MK selesai.
"Kalau pemerintah daerah tidak segera dilantik Apa tidak berdampak kepada kinerja daripada Presiden Prabowo. Tentu yang dilantik adalah yang sudah Tidak punya sengketa di MK. Tapi kalau ada sengketa ya Memang penting untuk menunggu selesainya," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







