BAM DPR RI Terima Aspirasi Aliansi Honorer R2 dan R3, Dorong Kebijakan Rekrutmen yang Lebih Adil

AKURAT.CO Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan sejumlah poin hasil audiensi dengan aliansi pegawai honorer R2 dan R3 kepada pimpinan DPR RI.
Menurut Netty, diperlukan kebijakan afirmatif (affirmative policy) dalam proses rekrutmen dan penerimaan tenaga honorer agar lebih adil dan berpihak.
Selain itu, diperlukan kejelasan dalam pembagian anggaran antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kesejahteraan tenaga honorer.
"Jumlah tenaga honorer ini tidak sedikit, mencapai 1,7 juta jiwa, sehingga perlu solusi yang komprehensif," ujar Netty usai audiensi di Ruang BAM DPR RI, Nusantara II, Senin (3/2/2025).
Netty juga menyoroti perlunya sistem rekrutmen yang lebih manusiawi dan menjamin keberlanjutan kerja tenaga honorer.
Baca Juga: Prabowo, Megawati, dan Jokowi Dijadwalkan Bertemu di Puncak HUT ke-17 Partai Gerindra
Menurutnya, banyak tenaga honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun justru kalah bersaing dengan peserta rekrutmen yang lebih muda.
"Setelah puluhan tahun mengabdi di berbagai daerah dan instansi, mereka harus bersaing dengan peserta yang lebih muda dan memiliki kompetensi berbeda. Tentu ini tidak adil dan berpotensi membuat mereka tersingkir," kata Netty.
"Kita harus mengakui bahwa pengabdian mereka sudah memberikan dampak besar dalam pembangunan, baik secara langsung maupun tidak langsung," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Perwakilan Aliansi Honorer R2 dan R3, Faisol Mahardika, menyampaikan sejumlah tuntutan utama kepada DPR, antara lain:
1. Pengangkatan sebagai ASN PPPK Penuh Waktu
- Menolak skema PPPK paruh waktu dan menuntut status PPPK penuh waktu bagi tenaga honorer R2 dan R3 yang telah masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Baca Juga: Cuma Rp1 Jutaan! Smartphone Baru Ini Punya Layar 6.75 Inci dan Baterai 5000mAh
2. Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres)
- Mendesak pemerintah pusat segera menerbitkan Perpres yang mengatur pengangkatan seluruh tenaga honorer R2 dan R3 menjadi ASN PPPK penuh waktu.
3. Moratorium Rekrutmen CPNS dan PPPK Baru
- Meminta pemerintah menunda penerimaan CPNS dan PPPK baru hingga tenaga honorer dalam database R2 dan R3 diangkat sebagai PPPK penuh waktu.
4. Pengalihan Anggaran Kepegawaian ke Pemerintah Pusat
- Mengusulkan agar anggaran kepegawaian diserahkan ke pemerintah pusat, mengingat keterbatasan anggaran daerah sering menjadi alasan tidak diangkatnya tenaga honorer menjadi ASN.
"Kami berharap pemerintah tidak membuka rekrutmen CPNS dan PPPK baru sebelum tenaga honorer R2 dan R3 mendapatkan kepastian status. Jangan ada lagi janji-janji tanpa realisasi," tegas Faisol.
Sebelumnya, ribuan tenaga honorer R2 dan R3 dari berbagai daerah telah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR RI pada Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark Lewat Snaptik, Cukup Copy Link
Mereka menuntut kepastian pengangkatan sebagai PPPK penuh waktu dan menolak skema kerja paruh waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









