Akurat
Pemprov Sumsel

Wakil Ketua MPR Rusdi Kirana Dorong Kerja Sama Indonesia-Singapura Terus Ditingkatkan

Mukodah | 5 Februari 2025, 13:49 WIB
Wakil Ketua MPR Rusdi Kirana Dorong Kerja Sama Indonesia-Singapura Terus Ditingkatkan

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR, Rusdi Kirana, mendorong agar kerja sama Indonesia dengan Singapura yang selama ini sudah terjalin baik harus terus ditingkatkan.

Selama ini, Singapura tercatat sebagai investor terbesar di Indonesia.

Mengacu data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, dengan total 32.285 proyek, investasi Singapura di Indonesia pada 2024 mencapai USD20,07 miliar.

Berdasarkan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS, sesuai APBN, nilai investasi Singapura itu setara Rp301,1 triliun atau 17,5 persen dari total investasi asing sepanjang tahun lalu.

Baca Juga: MPR RI Usul Madrasah dan Pesantren Dapat Sertifikat Tanah Gratis

Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, posisi Singapura sebagai investor nomor satu di Insonesia belum pernah tergeserkan.

"Kita tahu selama ini hubungan baik antara Indonesia dengan Singapura sangat baik. Kita saling membutuhkan dan Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia. Ini harus terus kita jaga, bahkan harus kita tingkatkan," ujar Rusdi saat menerima kunjungan Wakil Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Terrece Teo, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Kendati begitu, anggota Komisi III DPR ini mengingatkan bahwa kondisi perekonomian global yang tidak baik-baik saja, sehingga harus diwaspadai oleh kedua negara.

Sebab, tantangan ekonomi global saat ini bukanlah perkara yang mudah.

Rusdi mengatakan, selain dalam bidang ekonomi, banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan Singapura.

Baca Juga: MPR Kena Efisiensi Anggaran, dari Biaya Perjalanan Dinas hingga Sosialisasi 4 Pilar

Salah satunya dalam bidang pendidikan, di mana Singapura memiliki sistem pendidikan yang sangat bagus.

"Banyak hal yang harus kita pelajari bersama. Selama ini bagi orang Indonesia, Singapura sudah seperti keluarga sendiri. Meskipun begitu, sebagai negara tetangga, terkadang justru timbul masalah sehingga komunikasi harus terus ditingkatkan," tuturnya.

Dalam hal kerja sama antarparlemen, Waketum DPP PKB ini menyarankan agar ke depan dibuat pertemuan reguler antara perlemen Indonesia dan Singapura.

"Saya berharap ada diskusi yang reguler antar anggota parlemen kedua negara. Kalau eksekutif pasti sudah ada komunikasi yang intens. Nah, kalau komunikasi itu bisa dibangun dengan baik, tidak ada hal yang tidak bisa dipecahkan," urai Rusdi.

Baca Juga: Waka MPR Dukung Usul Presiden Prabowo Pelantikan Kepala Daerah 20 Februari: Demi Kepastian Hukum dan Pelayanan Publik

Senada dengan Rusdi Kirana, Wakil Dubes Singapura untuk Indonesia, Terrece Teo, mengatakan bahwa kerja sama Indonesia dengan Singapura selama ini berjalan sangat bagus.

Teo bahkan secara spesifik menyebut kerja sama tidak hanya dalam bidang ekonomi, namun juga kerjasama pertahanan, ruang udara bahkan sampai dengan kesepakatan ekstradisi.

"Ke depan kita juga menatap kerja sama dalam bidang energi terbarukan, pendidikan dan hal-hal lain, termasuk kerja sama antarparlemen. Kami sangat menyambut baik jika ke depan ada kunjungan antarparlemen. Singapura akan menyambut dengan penuh kehangatan kunjungan anggota-anggota parlemen Indonesia secara reguler," tuturnya.

Teo menambahkan, sekitar dua pekan lalu, Ketua Parlemen Singapura, Seah Kian Peng, juga datang ke Indonesia untuk bertemu dengan Ketua DPR, Puan Maharani, dan Ketua DPD, Sultan Bachtiar Najamudin.

Baca Juga: Temui Prabowo di Istana, Ketua MPR Sampaikan Sejumlah Catatan Masyarakat Terkait Program Makan Bergizi Gratis

"Waktu itu kita juga mengagendakan bertemu dengan Ketua MPR RI, namun waktunya belum pas. Yang jelas selain kerja sama antarkementerian, kerja sama antarparlemen juga harus ditingkatnya sehingga hubungan kedua negara akan terus berlangsung harmonis," katanya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK