Pemda Didorong Percepat Pembangunan Lewat Investasi Hilirisasi Serta Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menjelaskan, pemerintah terus berkomitmen mewujudkan pertumbuhan perekonomian sebesar 8 persen.
Upaya tersebut diyakini akan mampu dicapai dengan kemudahan investasi, juga didukung dengan industrialisasi. Dalam konteks ini, pemerintah baik pusat dan daerah perlu bersinergi mewujudkan hal itu.
Baca Juga: Singapura Ingin Impor Listrik RI, Bahlil Sebut Syaratnya Investasi ke Sektor Hilirisasi
Menurutnya, ivestasi dan hilirisasi menjadi salah satu kunci optimalnya pembangunan di Indonesia. Dengan dua aspek tersebut, daerah diyakini akan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomiannya sejalan dengan potensi yang dimiliki.
“Oleh sebab itu, peran dari bapak-bapak, ibu-ibu kepala daerah menjadi sangat-sangat penting. Menjadi sangat-sangat penting dalam rangka kita mencapai pertumbuhan (ekonomi) 8 persen,” ujar Rosan, Selasa (25/2/2025).
Menurutnya, di samping langkah tersebut, peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga dibutuhkan. Untuk itulah, tenaga SDM terampil terus dibangun, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Upaya ini diharapkan mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dengan kualitas SDM.
Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan, percepatan pembangunan juga dapat diterapkan dengan terus memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia pun meminta kepada kepala daerah untuk mempersiapkan stok bahan pangan di daerah masing-masing, khususnya menjelang datangnya bulan Ramadhan.
“Jadi Saudara akan diuji sukses apa tidak, bulan puasa, Lebaran ada masalah apa tidak. Nah ini harga, ini stok barang kita, aman ya, secara umum aman,” ujar Menko Zulkifli.
Ia pun juga mendorong kepala daerah meliputi gubernur, bupati, dan wali kota untuk membantu kemudahan distribusi komoditas pangan di daerahnya. Bila perlu, kepala daerah dapat memberikan subsidi distribusi komoditas pangan di daerahnya, guna menekan harga agar tidak melambung tinggi.
“Misalnya, kalau di satu daerah tidak ada ternak ayam, ayamnya naik, maka ongkos angkut ayam dari satu pulau ke pulau itu ditanggung. Tidak mahal, Pak, tetapi itu akan mempengaruhi,” imbuhnya.
Baca Juga: Zulkifli Hasan Berharap Liga Akurat Zulhas Cup Berlanjut
Dirinya menjelaskan, saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas pangan di sektor pertanian. Hal ini diwujudkan dengan pembangunan irigasi di sejumlah lahan pertanian yang kekurangan air.
Dalam konteks ini, pihaknya mengajak kepala daerah untuk melaporkan kondisi irigasi pertanian di daerahnya kepada pemerintah pusat.
“Bagi bapak-bapak bupati yang tidak punya anggaran untuk membangun irigasi, serahkan ke pusat, kita sudah bisa bangun sekarang. Bisa bangun. Ruangnya sudah ada,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







