Akurat
Pemprov Sumsel

Peluang Ekonomi dari Penutupan TPA Open Dumping: Transformasi Sampah Jadi Bisnis dan Ekonomi Sirkular

Atikah Umiyani | 2 Maret 2025, 14:40 WIB
Peluang Ekonomi dari Penutupan TPA Open Dumping: Transformasi Sampah Jadi Bisnis dan Ekonomi Sirkular

AKURAT.CO Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) mengungkap peluang ekonomi besar dari penutupan 343 tempat pembuangan akhir (TPA open dumping) di Indonesia.

Studi komprehensif yang dilakukan bersama Kementerian Perindustrian dan Bappenas menemukan, transformasi pengelolaan sampah nasional dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp127,5 triliun per tahun, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja hijau (green jobs).

"Beralih dari sistem pembuangan sampah terbuka ke pengelolaan sampah terintegrasi tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi yang signifikan," ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, Minggu (2/3/2025).

Studi tersebut mengidentifikasi tujuh sektor bisnis yang berpotensi berkembang dari sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, dengan proyeksi nilai ekonomi sebagai berikut:

Baca Juga: PT Sritex Tutup Permanen, Pemerintah Diminta Jamin Perlindungan Hak Karyawan

1. Industri Daur Ulang Material – Rp42,3 triliun/tahun (Daur ulang plastik, kertas, logam, dan kaca)

2. Produksi Kompos dan Pupuk Organik – Rp18,7 triliun/tahun

3. Waste-to-Energy (Pembangkit Listrik dari Sampah) – Rp26,5 triliun/tahun

4. Produksi Bahan Bakar Alternatif (Refuse-Derived Fuel/RDF) – Rp13,8 triliun/tahun

5. Urban Mining (Pemulihan Logam Berharga dari Sampah Elektronik) – Rp9,7 triliun/tahun

6. Ekonomi Berbagi & Aplikasi Digital Pengelolaan Sampah – Rp7,2 triliun/tahun

7. Jasa Konsultasi dan Teknologi Pengelolaan Sampah – Rp9,3 triliun/tahun

Selain membuka peluang usaha, studi ini juga mengidentifikasi 12 model bisnis berkelanjutan yang dapat dikembangkan oleh UMKM, koperasi, dan startup.

Dengan investasi awal berkisar Rp250 juta hingga Rp5 miliar, potensi Internal Rate of Return (IRR) mencapai 18-27 persen dalam lima tahun, menjadikannya sektor bisnis yang menarik bagi investor dan pelaku usaha.

Transformasi ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan mendorong ekonomi sirkular.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Pangan, Istana Jamin Operasi Pasar Rutin Dilakukan Sampai Akhir Maret

Dengan optimalisasi sektor-sektor ini, Indonesia berpotensi menciptakan ribuan green jobs, membuka lapangan pekerjaan di bidang pengelolaan sampah, teknologi daur ulang, serta industri berbasis energi terbarukan.

"Jika dikelola dengan baik, sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan peluang emas untuk pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan," tutup Hanif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.