Jadi Kunci Swasembada Pangan, Pemerintah Diminta Perhatikan Kesejahteraan Penyuluh Pertanian

AKURAT.CO Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono Caping Aleg, mengatakan pentingnya memperjelas status dan kesejahteraan untuk para penyuluh pertanian. Sebab, belum semua desa memiliki penyuluh.
Dia menjelaskan, baru ada 50 persen dari 75.753 desa seluruh Indonesia. Masih ada kekurangan penyuluh, hampir 40.000 lebih jika mengacu 1 desa 1 penyuluh.
Sampai saat ini, per Febuari 2025 data penyuluh sebanyak 37.605 Penyuluh Pertanian, yang terdiri dari 22.677 PNS, 13.816 PPPK dan 1.112 THL-TBPP.
"Saya berulang kali sampaikan, yang belum PPPK harusnya segera diangkat tahun 2025 ini, gaji dan tunjangan mereka juga harus dinaikan. Fasilitas kendaraan untuk operasional beri semua, agar bisa optimal mendampingi petani," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (8/3/2025).
Baca Juga: Kementan Gandeng Densus 88 Genjot Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan di Sektor Pertanian
Menurutnya, perintah Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, terkait kerja penyuluh di larang sakit dan tidur untuk swasembada pangan, mengisyaratkan akan kerja berat penyuluh di lapangan dalam wujudkan Indonesia berdaulat pangan.
"Saya sebelum DPR pernah menjadi penyuluh kontrak dan keliling ke petani dan peternak untuk memberikan edukasi serta mendampingi berbagai problem petani di lapangan, jadi ngerti persis kehidupan penyuluh," cerita Riyono.
Dari pengalamannya sebagai DPRD Provinsi Jateng, dia pernah berhasil perjuangkan gaji dan tunjangan penyuluh dinaikan dan digenapi 2 bulan dari APBD Propinsi, tahun 2017.
"Saya mendukung pernyataan Wamentan Sudaryono dengan syarat kesejahteraan penyuluh harus dipastikan dengan gaji dan tunjangan yang layak. Jangan ada was-was akan pendidikan anak mereka, anak penyuluh harus sampai kuliah," tegasnya.
Dia menilai, kunci keberhasilan swasembada pangan bukan hanya soal cetak sawah baru dan juga infrastrukturnya. Penyuluh sebagai motor utama di lapangan yang membimbing petani harus di utamakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







