Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Puji Efisiensi Prabowo di Hadapan Aktivis Makassar

AKURAT.CO Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tamsil Linrung, menyuarakan dukungannya terhadap program efisiensi anggaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui konsep keranjang umum.
Menurut Tamsil, langkah ini perlu diterapkan untuk menghilangkan pemborosan akibat tumpang tindih alokasi dana di berbagai lembaga.
“Dalam pengelolaan anggaran, kita harus menghindari ego sektoral. Saya mendorong konsep keranjang umum, agar dana benar-benar tersalurkan dengan efisien dan transparan," tegas Tamsil saat bertemu mahasiswa di Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (23/3/2025).
Sebagai mantan pimpinan Badan Anggaran DPR, Tamsil menekankan bahwa efisiensi anggaran adalah langkah penting dalam memastikan keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Tamsil juga membuka pintu lebar bagi para aktivis untuk terus berdialog dan menyampaikan aspirasi mereka.
Ia menilai keberanian para aktivis adalah roh sejati dalam politik yang memperjuangkan kepentingan rakyat.
Baca Juga: Preman Berkedok Ormas yang Paksa Minta THR Harus Dibasmi
“Seandainya di Senayan itu hanya ada DPD, saya mau gerbang itu dibuka lebar untuk aktivis. Karena saya percaya, politik tanpa keberanian aktivis adalah politik yang kehilangan semangat perjuangan," ujarnya di hadapan para mahasiswa yang antusias.
Tidak hanya soal efisiensi anggaran, Tamsil turut menyoroti maraknya oknum dalam institusi kepolisian yang menyalahgunakan wewenang.
Baginya, reformasi institusional menjadi keharusan agar kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum dapat dipulihkan.
“Kita harus berani mengoreksi sistem. Oknum di kepolisian yang menyalahgunakan wewenang bukan hanya merusak citra institusi, tetapi juga merusak kepercayaan rakyat terhadap keadilan," tegasnya.
Afiq Naufal, mantan Presiden BEM Paramadina yang hadir dalam diskusi tersebut, mengapresiasi pemikiran Tamsil yang dianggap menggabungkan dua ideologi besar: Rahmatan lil ‘Alamin dan Politik Kehadiran.
"Pak Tamsil menganut dua ideologi besar: Rahmatan lil ‘Alamin dan Politik Kehadiran. Ia ingin politik bukan sekadar instrumen kekuasaan, tetapi benar-benar hadir sebagai rahmat bagi semua, sebagaimana mestinya," ujar Afiq.
Acara yang berlangsung di Ruang Senat Mahasiswa Universitas Negeri Makassar ini dihadiri para pimpinan himpunan mahasiswa, Presiden BEM, serta Wakil Dekan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial UNM.
Sebagai bagian dari Masa Reses III Tahun 2025, Tamsil Linrung akan terus melakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan aktivis, untuk menyerap aspirasi lebih luas.
“Politik harus menjadi ruang bagi ide dan keberanian, bukan sekadar arena bagi kepentingan segelintir orang," tutup Tamsil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









