Indonesia Unjuk Gigi di Bidang Kedokteran Regeneratif dan Sel Punca ke Kancah Global

AKURAT.CO Indonesia telah berpartisipasi dalam International Conference on Regenerative Medicine and Stem Cell Therapy, yang diselenggarakan oleh Pages Conference 2025. Untuk menampilkan perkembangan ilmu kedokteran regeneratif dan terapi sel punca di Indonesia ke kancah global.
Konferensi prestisius ini, telah berlangsung pada 24–25 Maret 2025 di Hotel NH Roma Villa Carpegna Roma, Italia, dan dihadiri oleh para ilmuwan, peneliti, serta praktisi medis dari seluruh dunia.
Dalam konferensi tersebut, dokter asal Indonesia, Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, telah menerima penunjukan sebagai Chairman of Conference. Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan dan pengakuan internasional atas kontribusi Prof. Deby dalam bidang terapi sel punca dan kedokteran regeneratif.
Baca Juga: RSPPN Panglima Besar Soedirman Layani Terapi Sel Punca, Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri
Kongres bergengsi ini mempertemukan para ilmuwan, dokter, dan peneliti dari berbagai belahan dunia untuk membahas kemajuan teknologi dan penelitian dalam bidang sel punca serta aplikasinya dalam pengobatan regeneratif.
Selain peran penting tersebut, Prof. Deby juga telah diundang untuk menjalin kerja sama strategis dengan Swiss Stem Cell Biotech dan ReYou. Perusahaan yang dikenal sebagai pemasok utama sel punca di seluruh Swiss serta pusat penyimpanan tali pusat terbesar di negara tersebut.
Swiss Stem Cell Biotech dan ReYou juga memiliki fasilitas riset dan pengembangan di Roma, Italia, yang memungkinkan integrasi lintas negara dalam pengembangan terapi regeneratif global.
Sebagai bentuk pengakuan atas keahliannya di bidang kesehatan regeneratif, Prof. Deby juga diminta untuk bergabung sebagai anggota Health Council di Swiss, memperkuat pengaruh Indonesia dalam pembentukan kebijakan dan praktik internasional di bidang kesehatan berbasis sains dan inovasi sel punca.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Prof. Deby dalam menjalankan visi World Council for Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine (WOCPM) dan World Council of Stem Cell (WOCS), untuk mewujudkan kolaborasi global demi masa depan kedokteran preventif, regeneratif, dan anti-penuaan yang lebih maju dan bermanfaat luas.
Dukungan penuh juga datang dari Wakil Presiden ke-10 & 12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang juga merupakan penasehat senior dari WOCPM & WOCS. JK mendorong upaya kolaboratif ini sebagai langkah strategis dalam membawa Indonesia tampil aktif dan terdepan dalam kancah medis dunia.
Baca Juga: Vinski Tower Hadirkan Terapi Stem Cell Selevel Swiss untuk Pasien di Tanah Air
JK yang selalu melakukan stem cell di Indonesia, yakni Celltech Stem Cell Centre Vinski Tower, menyampaikan bahwa Indonesia dapat menjadi pusat stem cell dunia.
"Langkah Prof Deby selalu mengupgrade ilmunya dengan menghadiri berbagai Kongress International dan bahkan menjadi Presiden Kongress sangat baik, sehingga dapat mengembangkan teknologi stem cell dan tidak memulai dari nol karena telah melihat kemajuan dunia," kata JK.
Pandangan visioner ini sejalan dengan semangat Prof. Deby untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi stem cell di dunia.
Laporan ini menandai langkah penting dalam membangun jaringan global untuk riset, inovasi, dan pengembangan terapi berbasis sel punca, sejalan dengan visi WOCPM dan WOCS untuk memperluas kolaborasi internasional dalam bidang kedokteran preventif, regeneratif, dan anti-aging.
Prof. Deby menyampaikan terima kasih, atas dukungan penuh dari Bapak H. Mohammad Jusuf Kalla, serta arahan dan masukan dapat terus memperkuat misi bersama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan berstandar internasional di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








