Revisi UU Ormas Tidak Mendesak, Pemerintah Lebih Baik Buka Lapangan Kerja

AKURAT.CO Pengurus Pusat Muhammadiyah menilai bahwa saat ini tidak ada urgensi untuk merevisi Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas).
Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, merespons wacana revisi UU Ormas yang digulirkan Kementerian Dalam Negeri.
Menyusul sejumlah tindakan ormas yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, akar persoalan bukan terletak pada regulasi, melainkan kondisi sosial-ekonomi para anggota ormas itu sendiri.
Anwar Abbas menyebut, banyak anggota ormas yang bertindak meresahkan karena kesulitan mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Baca Juga: Ormas Pelaku Pemerasan Harus Dievaluasi, DPR: Kalau Perlu Dibubarkan
"Yang paling mendesak dilakukan pemerintah saat ini bukan merevisi Undang-Undang Ormas, melainkan menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan," ujarnya, Senin (28/4/2025).
Menurut Anwar Abbas, jika kesejahteraan masyarakat terpenuhi melalui pekerjaan yang layak, maka potensi terjadinya tindakan meresahkan dari ormas akan jauh berkurang.
Sebaik apapun sebuah undang-undang disusun tetap akan sulit efektif jika kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap pekerjaan, tidak terpenuhi.
"Sebagus apapun sebuah undang-undang dibuat, kalau masyarakat tidak memiliki kehidupan yang layak, potensi masalah tetap akan muncul," kata Anwar Abbas, yang juga Wakil Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Isu tentang perilaku ormas kembali mencuat setelah berbagai insiden pungutan liar dan praktik premanisme dilakukan sejumlah kelompok ormas di berbagai daerah.
Baca Juga: DPR Desak Polisi Tindak Tegas Ormas Meresahkan: Jangan Tunggu Viral Dulu
Salah satu keluhan datang dari Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, yang pada Maret lalu mengungkapkan bahwa aksi pungli oleh ormas telah mengganggu dunia usaha dan bahkan menyebabkan gagalnya investasi bernilai triliunan rupiah masuk ke Indonesia.
Melihat kondisi tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyatakan bahwa tindakan sejumlah ormas sudah melewati batas kewajaran.
Mendagri membuka peluang untuk merevisi UU Nomor 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan guna memperketat pengawasan terhadap aktivitas mereka.
Salah satu aspek yang disebutkan adalah perlunya mekanisme audit keuangan ormas, agar aktivitas mereka lebih transparan dan akuntabel.
"Banyak sekali peristiwa di mana ormas bertindak kebablasan. Karena itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang lebih ketat, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan," kata Mendagri.
Baca Juga: Ormas Gerakan Rakyat Dideklarasikan Atas Inspirasi dari Anies Baswedan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







