Program Hilirisasi Berhasil Kurangi Ekspor Bahan Mentah hingga Tingkatkan Nilai Tambah

AKURAT.CO Kebijakan hilirisasi di Indonesia telah membuahkan hasil konkret bagi perekonomian nasional. Seperti, meningkatkan nilai tambah hingga mengurangi ekspor bahan mentah.
"Program hilirisasi telah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, mengurangi ekspor bahan mentah, dan mendorong pengolahan dalam negeri," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Dave Fikarno Laksono, di Jakarta, Rabu (7/5/2025) malam.
Selain itu, hilirisasi juga telah membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat daya saing industri nasional, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi berkelanjutan dan pengembangan industri berbasis teknologi.
Baca Juga: ESDM Wajibkan 7 Perusahaan Tambang Batu bara Lakukan Hilirisasi, Ini Daftarnya!
Untuk itu, Kosgoro 1957 menyatakan dukungan penuh terhadap program hilirisasi nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Di mana, Satgas Program Hilirisasi pemerintah saat ini dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
"Maka itu, kami mendukung penuh program hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Dukungan ini disampaikan Dave dalam pembukaan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) ke-3 Kosgoro 1957, yang mengangkat tema Hilirisasi dan Digitalisasi untuk Kemandirian dan Martabat Bangsa.
Baca Juga: Gibran Bermonolog: Ada 28 Komoditas Unggulan untuk Hilirisasi, Potensinya Capai Rp13 Triliun
"Tema ini menunjukkan dukungan Kosgoro 1957 terhadap hilirisasi pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dilaksanakan dan dipimpin langsung dalam satgasnya oleh Menteri ESDM Pak Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Umum Partai Golkar," jelasnya.
Dia menegaskan, dukungan Kosgoro 1957 tidak bersifat pasif. Organisasi yang merupakan salah satu pendiri Partai Golkar itu, berkomitmen untuk terlibat aktif melalui penguatan koperasi dan UMKM yang mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
"Kami juga berperan dalam advokasi, kebijakan, dan investasi di industri pengolahan, meningkatkan kapasitas tenaga kerja, serta memperkuat daya saing nasional," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








